Pencarian

Pemkab Kotim Siagakan Seluruh Elemen Hadapi Karhutla dan Krisis Air Bersih, Empat Desa Sudah Minta Bantuan

Rabu, 15 Juli 2026 • 20:46:01 WIB
Pemkab Kotim Siagakan Seluruh Elemen Hadapi Karhutla dan Krisis Air Bersih, Empat Desa Sudah Minta Bantuan
Ratusan personel gabungan mengikuti apel siaga karhutla dan kekeringan di Stadion 29 November Sampit, Rabu.

SAMPIT — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar apel siaga dan gladi kesiapsiagaan karhutla dan kekeringan di halaman Stadion 29 November Sampit, Rabu. Kegiatan itu menjadi yang pertama di Kalimantan Tengah tahun ini, menandai keseriusan daerah menghadapi musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino.

Empat Desa Sudah Ajukan Permohonan Air Bersih

Dampak kekeringan sudah mulai dirasakan warga. Wakil Bupati Irawati mengungkapkan, hingga saat ini empat desa telah mengirim surat permohonan bantuan distribusi air bersih ke pemerintah daerah. Wilayah selatan Kotim menjadi perhatian utama karena kualitas air di sana berubah menjadi asin saat kemarau, meskipun secara kuantitas tidak kekurangan sumber air.

"Kita ingin Kotim aman dari karhutla dan juga aman dari krisis air bersih karena dampaknya sangat besar bagi kesehatan masyarakat maupun sektor pertanian," ujar Irawati di Sampit. Pemerintah daerah, lanjutnya, sudah menggelar rapat koordinasi dengan Perumdam Tirta Mentaya untuk mempercepat penyaluran air bersih ke desa-desa terdampak.

Data Titik Panas dan Luas Lahan Terbakar

Berdasarkan data BMKG, periode Januari hingga Juli 2026, sebanyak 319 titik panas atau hotspot terpantau di Kotim. Luas lahan yang terbakar mencapai 142,98 hektare. Angka ini menunjukkan ancaman masih nyata, terutama saat lahan semakin kering dan sumber air untuk pemadaman terbatas.

Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan mengingatkan pengalaman kebakaran besar pada 2015, 2019, dan 2023. "Kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan kerusakan ekologis, menurunkan keanekaragaman hayati, memperburuk perubahan iklim, serta memicu kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat maupun transportasi," tegasnya.

Status Siaga Darurat 180 Hari

Pemkab Kotim telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla selama 180 hari, terhitung mulai 8 April hingga 10 Oktober 2026. Melalui status ini, seluruh organisasi perangkat daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, hingga masyarakat diminta mengerahkan sumber daya untuk pencegahan dan penanganan.

Letkol Dwi Candra menambahkan, berbagai langkah pencegahan telah dilakukan melalui patroli rutin, edukasi, dan sosialisasi persuasif. "Keberhasilan pengendalian karhutla sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor, terutama saat kebakaran mulai terjadi," ucapnya. Ia meminta seluruh personel memastikan kesiapan personel dan peralatan menghadapi musim kemarau yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks