Pencarian

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Tinjau Pos Siaga Karhutla di Pulang Pisau, Pastikan Api Tak Meluas ke Lahan Gambut

Jumat, 24 Juli 2026 • 19:50:01 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Tinjau Pos Siaga Karhutla di Pulang Pisau, Pastikan Api Tak Meluas ke Lahan Gambut
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau Pos Siaga Penanganan Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau, Jumat.

PULANG PISAU — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau langsung Pos Siaga Penanganan Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau, Jumat. Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dilakukan secara cepat, tepat, dan responsif.

"Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya di sela peninjauan.

Mengapa Pulang Pisau Jadi Perhatian Serius?

Kabupaten Pulang Pisau memiliki kawasan lahan gambut yang luas. Kondisi ini membuat daerah itu menjadi salah satu titik rawan karhutla. Jika api tidak segera dipadamkan, potensi kebakaran meluas sangat besar dan sulit dikendalikan.

Gubernur meminta semua pihak selalu waspada. "Begitu ada titik api agar cepat bergerak memadamkan," katanya.

Efektivitas Personel dan Sarpras Jadi Fokus

Dalam peninjauan lapangan itu, Agustiar ingin memastikan efektivitas penanganan karhutla. Ia mengecek langsung kondisi personel serta sarana dan prasarana yang tersedia di pos siaga.

Peninjauan itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden.

Kerja Sama Lintas Sektor Jadi Kunci

Pemerintah mengoptimalkan kerja sama lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan karhutla. Melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, hingga dunia usaha.

"Kerja sama yang solid menjadi kunci dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla," jelas gubernur.

BPBPK Kalteng Gencarkan Siaran Keliling

Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah juga mengintensifkan program siaran keliling atau sarling. Program ini sudah berjalan sejak 10 Juli lalu.

Kepala Pelaksana BPBPK Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menjelaskan, sarling menjadi strategi komunikasi dan edukasi publik. Armada mobil khusus berfasilitas pengeras suara menyisir kawasan permukiman, wilayah pinggiran, hingga titik-titik rawan karhutla.

"Melalui sarling di antaranya disampaikan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat dan pemilik lahan agar tidak melakukan pembukaan, pembersihan, maupun pengolahan lahan pertanian dan perkebunan dengan cara dibakar," tuturnya.

Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks