PURUK CAHU — Pj Sekretaris Daerah Murung Raya, Sarwo Mintarjo, membacakan pidato Bupati Heriyus dalam rapat paripurna yang dihadiri Ketua DPRD Rumiadi, unsur Forkopimda, serta kepala perangkat daerah. Dalam pidato tersebut, pemerintah daerah menegaskan bahwa kebijakan anggaran 2027 diarahkan untuk mendukung visi pembangunan daerah.
Optimalisasi PAD dan Penguatan BUMD Jadi Prioritas
Pemerintah Kabupaten Murung Raya menetapkan sejumlah fokus utama dalam dokumen KUA-PPAS yang diserahkan. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi agenda pertama yang dikejar, disusul dengan penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Dalam dokumen tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah fokus utama kebijakan anggaran, antara lain optimalisasi PAD, penguatan peran BUMD, serta peningkatan kualitas belanja pada sektor-sektor prioritas,” ungkap Sarwo Mintarjo di hadapan anggota dewan.
Belanja Modal dan Sosial: Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur
Pemerintah daerah memastikan alokasi belanja pada APBD 2027 akan diprioritaskan untuk sektor-sektor yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur masuk dalam daftar utama.
Selain itu, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dan program-program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi perhatian. Penyusunan anggaran ini mengacu pada arah kebijakan pembangunan nasional dan prioritas Provinsi Kalimantan Tengah.
Langkah Selanjutnya: Pembahasan Bersama Badan Anggaran DPRD
Setelah disampaikan dalam rapat paripurna, dokumen KUA-PPAS akan dibahas lebih lanjut bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Murung Raya. Hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.
Melalui pembahasan bersama legislatif, Pemkab Murung Raya berharap kebijakan anggaran yang dihasilkan dapat disusun secara transparan, akuntabel, dan efektif. Target utamanya adalah mendukung percepatan pembangunan daerah serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.