Pencarian

SK Hynix Raup Dana Rp 425 Triliun dari IPO AS, Pemerintah AS Desak Bangun Pabrik Chip di Amerika

Minggu, 12 Juli 2026 • 22:48:01 WIB
SK Hynix Raup Dana Rp 425 Triliun dari IPO AS, Pemerintah AS Desak Bangun Pabrik Chip di Amerika
SK Hynix sukses menggalang dana Rp 425 triliun lewat IPO di bursa Nasdaq, AS.

KALIMANTAN TENGAH — Investor AS menyambut antusias aksi korporasi SK Hynix. Perusahaan yang memasok memori high-bandwidth memory (HBM) untuk GPU AI Nvidia ini menjual 177,9 juta unit American Depositary Receipts (ADR) dengan harga USD 149 per unit. Sahamnya langsung melonjak 14 persen saat perdagangan perdana di Nasdaq pada Jumat (pekan lalu) di bawah kode saham sementara SKHYV, sebelum beralih ke kode SKHY pada Senin (13/7).

Kesepakatan Terbesar yang Mengalahkan Alibaba

Dengan nilai USD 26,5 miliar, IPO SK Hynix menggeser posisi Alibaba yang mengumpulkan USD 25 miliar pada 2014. Padahal, harga saham SK Hynix di AS dijual dengan premi 2,7 persen lebih tinggi dari rata-rata harga sahamnya di bursa Korea Selatan selama tiga hari terakhir. Meski begitu, permintaan dari investor AS dilaporkan mencapai tujuh kali lipat dari jumlah saham yang tersedia.

Fenomena ini menarik karena saham perusahaan Korea Selatan selama ini dikenal mengalami Korea Discount—diskon harga akibat faktor tata kelola perusahaan yang rumit, imbal hasil rendah, dan risiko geopolitik. Namun SK Hynix berhasil mematahkan stigma tersebut berkat posisinya sebagai pemasok kunci HBM untuk prosesor AI buatan Nvidia.

Dana Segar untuk Ekspansi Pabrik dan Mesin EUV

Menurut dokumen resmi yang diajukan ke bursa, dana hasil IPO akan dialokasikan ke tiga proyek utama. Pertama, pembangunan pabrik (fab) baru di Korea Selatan yang sedang berlangsung untuk menjawab kelangkaan memori global akibat ledakan AI. Kedua, fasilitas packaging baru di negara yang sama. Ketiga, pembelian mesin extreme ultraviolet (EUV) lithography, alat vital untuk memproduksi chip generasi terbaru.

Investasi ini krusial mengingat SK Hynix bersama Samsung dan Micron menguasai hampir seluruh pasar memori global. Ketiganya baru saja berkomitmen menggelontorkan lebih dari USD 550 miliar untuk pembangunan pabrik baru di Korea Selatan.

Desakan Gedung Putih: Pabrik di AS atau Kehilangan Akses?

Di tengah euforia IPO, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick memberikan sinyal keras. Dalam sebuah acara Micron pekan lalu, Lutnick mengaku telah berdiskusi dengan Samsung dan SK Hynix tentang kemungkinan membangun pabrik di Amerika Serikat.

"Kita tidak bisa membiarkan Korea Selatan terus mendominasi teknologi penting ini," ujar Lutnick dalam pernyataannya, seperti dikutip media.

Micron, kompetitor utama SK Hynix yang berbasis di AS, langsung merespons dengan mengumumkan rencana investasi USD 250 miliar untuk pabrik baru di AS. Proyek ini disebut akan menciptakan lebih dari 90.000 lapangan kerja dan memastikan produksi chip mutakhir tetap berada di tanah Amerika. Desakan ini muncul di saat yang sama ketika kedua raksasa chip Korea itu baru saja mengumumkan investasi raksasa di negara asal mereka.

Bagi konsumen Indonesia, persaingan ini berarti pasokan chip memori untuk laptop, ponsel, hingga server AI akan terus meningkat. Namun, jika pabrik baru benar-benar dibangun di AS, harga produk akhir di pasar global—termasuk Indonesia—berpotensi terdampak oleh kebijakan produksi dan tarif yang berbeda.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks