PULANG PISAU — Lomba Lagu Dangdut Dayak se-Kalimantan Tengah resmi dimulai, Sabtu (11/7/2026) malam. Ajang ini digelar di Stadion H.M. Sanusi dan menjadi puncak perayaan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau yang dirangkaikan dengan Huma Betang Night.
Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i yang membuka langsung acara mengatakan peringatan hari jadi tahun ini menjadi momentum memperkuat pembangunan daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.
"Semangat 'Mamparami Lewu Itah' mengajak kita membangun kampung halaman bersama, bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan gotong royong, persaudaraan, dan kecintaan terhadap daerah," ujarnya dalam sambutan.
Dangdut Dayak Jadi Wadah Seniman Lokal
Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Pulang Pisau Tandean Indra Bella menjelaskan lomba ini digelar untuk mendukung pelestarian seni budaya Dayak sekaligus memberi ruang bagi seniman lokal untuk terus berkarya. Dari 115 peserta yang mendaftar, panitia menyeleksi hingga tersisa 20 finalis terbaik yang tampil pada babak grand final.
"Kami berharap kegiatan ini terus dilaksanakan karena Dangdut Dayak memiliki banyak peminat. Selain menjadi wadah bagi seniman lokal, kegiatan ini juga menjadi hiburan yang dekat dengan masyarakat," kata Tandean.
Huma Betang Night: Promosi Budaya dan Ekonomi Kreatif
Menurut Bupati Ahmad Rifa'i, Huma Betang Night tidak sekadar ajang hiburan. Acara ini dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner, kerajinan, seni pertunjukan, serta kreativitas masyarakat Pulang Pisau.
"Kita ingin menjadikan ini daya tarik pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif," tambahnya.
Acara malam itu dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta ratusan peserta dan warga yang memadati stadion.
Mengapa Lomba Ini Spesial bagi Warga Dayak?
Dangdut Dayak merupakan perpaduan musik dangdut dengan instrumen dan irama khas Dayak yang populer di Kalimantan Tengah. Lomba ini menjadi salah satu upaya menjaga tradisi musik daerah tetap hidup di tengah gempuran budaya populer. Bupati Ahmad Rifa'i menekankan bahwa seni budaya memiliki peran penting memperkuat karakter masyarakat sekaligus potensi pariwisata daerah.