KUALA KURUN — Bantuan dari Pemkab Gunung Mas tiba di Desa Tumbang Lapan kurang dari 24 jam setelah api melumat enam unit rumah warga. Kepala Pelaksana BPBD Gumas, Karya, mengatakan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa dilakukan segera setelah laporan diterima untuk mendata kebutuhan mendesak para korban.
Keenam kepala keluarga yang menjadi korban adalah Itam, Cilik, Siber, Karinah, Artita, dan Arki. Mereka kini kehilangan tempat tinggal beserta seluruh isi rumah.
Bantuan Langsung Disalurkan ke Lokasi
Karya turun langsung ke Tumbang Lapan pada Kamis (9/7) untuk menyerahkan bantuan. Logistik yang dibawa antara lain peralatan masak, matras, dan selimut untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban yang mengungsi.
“Enam kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran rumah yakni Itam, Cilik, Siber, Karinah, Artita dan Arki,” ungkap Karya saat dihubungi dari Kuala Kurun, Jumat.
Dinsos dan Kemensos Kirim Bahan Pokok
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Gumas, Almae, menambahkan bahwa pihaknya juga menyalurkan bantuan tambahan. Beras, gula, minyak goreng, kasur, dan family kit disiapkan dari Dinas Sosial Gumas maupun Kementerian Sosial RI.
Almae mengakui nilai bantuan yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan kerugian material yang diderita para korban. Namun, dia berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka yang terdampak.
“Bantuan tersebut sekaligus wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah warga Tumbang Lapan yang terkena musibah kebakaran rumah,” kata Almae.
Imbauan Waspada Kebakaran Rumah
Dalam kesempatan yang sama, Karya menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Gumas Jaya S Monong yang tidak bisa hadir langsung. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya terkait penggunaan peralatan listrik dan kompor.
Masyarakat di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau diminta memastikan kompor dan perangkat listrik dalam keadaan mati saat rumah ditinggalkan. Langkah sederhana ini dinilai krusial untuk mencegah musibah serupa terulang kembali.