Warga Palangka Raya Diminta Segera Lapor Titik Api di Lahan Gambut Sebelum Karhutla Meluas

Penulis: Irfan Hakim  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 10:50:01 WIB
Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya Hap Baperdu meminta warga segera melaporkan titik api di lahan gambut.

Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya Hap Baperdu meminta masyarakat segera melaporkan setiap titik api yang ditemukan agar kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut dapat ditangani sebelum meluas. Menurutnya, penanganan sejak dini jauh lebih efektif dibanding memadamkan api yang sudah membesar. Laporan warga dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA — Hap Baperdu menekankan bahwa informasi awal dari warga membantu petugas menentukan langkah penanganan di lapangan. Ia menyampaikan hal itu saat mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

"Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin. Penanganan sejak dini akan jauh lebih efektif dibanding saat api sudah membesar," kata Hap.

Mengapa Lahan Gambut Lebih Sulit Dipadamkan

Kebakaran di lahan gambut punya tingkat kesulitan pemadaman yang lebih tinggi dibanding lahan mineral. Api dapat merambat hingga ke lapisan bawah tanah, sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar.

Kondisi itu membuat penanganan tidak bisa dilakukan dengan cara biasa. Petugas perlu memastikan tidak ada bara yang tersisa di kedalaman gambut agar api tidak muncul kembali.

Musim Kemarau Perbesar Risiko Api Menyebar

Hap mengingatkan bahwa pada musim kemarau seperti sekarang, api sangat mudah menyebar. Karena itu, warga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Selain pembakaran lahan, sumber api dari aktivitas sehari-hari juga perlu diwaspadai. Membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan bara api tanpa pengawasan dapat memicu kebakaran.

"Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keselamatan kita semua," ujarnya.

Kabut Asap Ancam Kualitas Udara dan Kesehatan Warga

Dampak karhutla tidak hanya berupa kerusakan lingkungan. Kabut asap yang ditimbulkan dapat menurunkan kualitas udara dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas sehari-hari.

Karena itu, keterlibatan masyarakat dibutuhkan untuk mendukung upaya pemerintah dan petugas pemadam kebakaran. Kewaspadaan serta penyampaian informasi secara cepat diharapkan membantu menekan risiko meluasnya kebakaran.

Hap berharap warga tidak mengabaikan tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar, khususnya di kawasan gambut. Ia mengulang pesannya agar setiap titik api yang ditemukan langsung dilaporkan.

"Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin," demikian Hap.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top