PALANGKA RAYA — Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan keputusan berkantor di Kalimantan Tengah diambil setelah melihat langsung kondisi lapangan yang tertutup kabut asap. Menurutnya, kunjungan singkat tidak cukup untuk memastikan operasi modifikasi cuaca berjalan sesuai target.
"Kami berdua juga yang tadinya hanya berkunjung kembali memutuskan untuk beberapa hari berkantor di Kalimantan Tengah," kata Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Ia menjelaskan, absennya intensitas hujan selama sepekan terakhir memperparah kabut asap di sejumlah titik. Kehadiran di lapangan diperlukan untuk memantau OMC hingga benar-benar membuahkan hasil.
Data terkini mencatat luas lahan terbakar di Kalteng sempat mencapai 180 hektare. Tim satgas darat telah berhasil memadamkan sekitar 150 hektare per hari.
Meski demikian, potensi kemunculan titik api baru masih mengintai. Karakteristik lahan gambut yang rentan menyala kembali menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
"Supaya sampai dengan nanti operasi modifikasi cuacanya berhasil, hujan turun, paling tidak sedikit membantu terbukanya cuaca yang sekarang dipenuhi oleh kabut asap," ujar Suharyanto.
Jarak pandang rendah di Bandara Tjilik Riwut memaksa pemerintah mengalihkan penerbangan pesawat OMC. Penerbangan kini diberangkatkan dari Bandara Syamsudin Noor dan Bandara Pangkalan Bun.
Penyesuaian rute mengacu pada peta potensi awan hujan hasil prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Langkah ini diambil agar penyemaian awan lebih tepat sasaran.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan seluruh potensi akan dikerahkan maksimal. Instruksi Presiden menjadi dasar utama agar dampak karhutla terhadap masyarakat bisa ditekan.
"Kami akan maksimumkan segala potensi yang ada, karena ini juga perintah Bapak Presiden agar dampak karhutla terhadap masyarakat dapat diminimalisir," ujar Raja Juli.
Sinergi lintas instansi antara BNPB, Kemenhut, dan BMKG menjadi kunci dalam operasi kali ini. Warga di kawasan terdampak berharap hujan buatan segera menurunkan intensitas kabut asap yang mengganggu aktivitas harian dan kesehatan pernapasan.