NHM Padamkan Karhutla di 15 Titik Gosowong dan 9 Desa Lingkar Tambang

Penulis: Irfan Hakim  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:22:32 WIB
Tim pemadam NHM menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan operasional Tambang Emas Gosowong, Halmahera Utara.

KALIMANTAN TENGAH — PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menetapkan status darurat dan mengerahkan tim pemadam untuk menangani kebakaran hutan dan lahan yang mendekati area operasional Tambang Emas Gosowong, Halmahera Utara, Maluku Utara. Hingga pertengahan Oktober 2026, penanganan mencakup 15 area kebakaran di kawasan operasional serta bantuan pemadaman di 9 desa lingkar tambang. Langkah ini diambil setelah cuaca kering panjang memicu sekitar 117 titik api di wilayah Kabupaten Halmahera Utara.

Perkuat lead: Kebakaran mulai mendekati sejumlah area operasional Gosowong pada awal September 2026. Wakil Direktur Operasi/KTT NHM, Rara Dodo Lawolo, langsung menetapkan status darurat dan mengaktifkan Emergency Management Team (EMT) untuk memobilisasi seluruh sumber daya pemadam kebakaran dan tim penyelamat internal perusahaan.

Prioritas penanganan ada tiga: melindungi keselamatan pekerja, mengendalikan penyebaran api, serta mengamankan fasilitas operasional vital tambang. Data pemantauan Humas Pemda Halut per 19 September mencatat sekitar 117 titik api tersebar di Kabupaten Halmahera Utara.

Satu Komando Tanggap Darurat

Penanganan karhutla dijalankan lewat struktur komando tanggap darurat yang terintegrasi. Manajemen NHM bertindak sebagai Incident Commander, sementara Command Center menjadi pusat koordinasi informasi, pemantauan situasi, dan pengendalian operasi.

Pemantauan dan evaluasi dilakukan setiap hari pukul 14.00 WIT untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk peningkatan respons dan koordinasi dengan pihak eksternal bila diperlukan.

Superintendent ERT NHM, Hendrick Lesa, menyebut efektivitas penanganan ditopang koordinasi lintas departemen melalui satu komando yang terstruktur. Dukungan logistik, peralatan, dan personel dijaga agar operasi berjalan lancar sekaligus aman bagi seluruh personel.

"Melalui sistem ini, tanggap kebakaran dapat didukung dengan mudah dan lancar. Tim di lapangan mendapat dukungan penuh, baik dari segi logistik, peralatan (gear), maupun personel, termasuk kebutuhan asupan tim," ujar Hendrick.

Drone hingga Sekat Bakar

Strategi penanganan mencakup pemetaan area rawan dan pemantauan titik api menggunakan drone oleh tim Security. NHM juga memantau kondisi cuaca dan menjalankan patroli berkala di sejumlah titik rawan.

Upaya pencegahan dilakukan lewat pembersihan vegetasi kering, pembuatan dan pemeliharaan sekat bakar (fire break), serta penyiapan akses pemadaman dan sumber air. Personel dan armada pemadam kebakaran perusahaan turut dikerahkan untuk membantu desa-desa lingkar tambang.

Dukungan pemadaman menyasar 9 desa lingkar tambang, termasuk area PLN Kecamatan Malifut. Pemantauan berkala lewat penerbangan drone tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Evaluasi 12 Oktober

Dalam rapat evaluasi EMT pada Senin (12/10), hasil pemantauan drone menunjukkan titik-titik api yang sebelumnya terpantau di kawasan Gosowong telah berhasil dipadamkan. NHM tetap memperkuat kesiapsiagaan lewat pemantauan cuaca dan area rawan selama potensi karhutla masih ada.

Rado Lawolo menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Direksi NHM, termasuk keterlibatan Tim ERT dan relawan dari berbagai departemen yang bekerja dalam pola siaga 24 jam.

"Apresiasi kami sampaikan atas kerja keras Tim ERT dan seluruh relawan dari departemen terkait yang terus berjuang mengendalikan kobaran api, termasuk dengan bekerja dalam pola siaga 24 jam. Saya juga mengingatkan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas dalam setiap tindakan. Semangat, kedisiplinan, dan kerja sama seluruh tim sangat penting agar penanganan dapat berjalan dengan baik dan aman," ujar Rado.

Penanganan karhutla di Gosowong menunjukkan beban tambahan bagi operasi tambang di wilayah kering: selain menjaga produksi, perusahaan dituntut melindungi pekerja dan membantu masyarakat sekitar. NHM menyatakan terus memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan dan menjalin komunikasi dengan warga selama potensi kebakaran belum sepenuhnya surut.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top