Petani Rakumpit Terancam Gagal Panen Akibat Kabut Asap Karhutla, DPRD Palangka Raya Minta Pemkot Ambil Langkah Konkret

Penulis: Hendra Wijaya  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 12:47:31 WIB
Petani di Kecamatan Rakumpit memeriksa tanaman yang terdampak kabut asap karhutla di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Hatir Sata Tarigan menyoroti dampak karhutla yang merambat ke sektor pertanian warga. Menurut dia, kabut asap tebal yang masih menyelimuti Kota Palangka Raya sejak beberapa waktu terakhir telah mengganggu pertumbuhan tanaman petani di Kecamatan Rakumpit.

Kondisi itu membuat tanaman tidak mendapatkan sinar matahari secara optimal. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terganggu dan risiko gagal panen semakin besar.

Keluhan Petani Rakumpit yang Sampai ke DPRD

Hatir mengaku menerima aspirasi langsung dari warga, khususnya petani di Kecamatan Rakumpit. Mereka mengeluhkan gagal panen yang terjadi akibat kabut asap dampak karhutla.

"Saya mendapatkan aspirasi dari warga, khususnya para petani di Kecamatan Rakumpit, yang mengalami gagal panen akibat kabut asap dampak dari karhutla," kata Hatir di Palangka Raya, Jumat.

Keluhan tersebut, menurut Hatir, perlu mendapat perhatian serius. Sebab, kabut asap tebal tidak hanya berdampak pada aktivitas pertanian, tetapi juga pada keberlangsungan mata pencaharian masyarakat setempat.

Mengapa Rakumpit Paling Rentan Terdampak

Sebagian warga Kecamatan Rakumpit masih menggantungkan kehidupan sehari-hari dari hasil pertanian. Jika gagal panen berlanjut, pendapatan petani dikhawatirkan ikut menurun.

"Ini perlu menjadi perhatian pemerintah, karena masyarakat di Kecamatan Rakumpit saat ini menggantungkan kehidupannya dari bertani," ujar Hatir.

Menurut dia, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan dampak lingkungan. Ada dimensi ekonomi yang harus diperhitungkan, yakni nasib petani yang kehilangan sumber penghasilan akibat kondisi di luar kendali mereka.

Penanganan Karhutla Diminta Tak Berhenti di Pemadaman

Hatir menilai dampak karhutla terhadap sektor pertanian perlu menjadi bagian dari penanganan pemerintah. Upaya pemadaman kebakaran dan pengendalian kabut asap saja dinilai tidak cukup.

Penanganan menyeluruh dinilai penting agar petani tidak menanggung sendiri kerugian akibat kondisi yang mengganggu pertumbuhan tanaman mereka. Pemerintah kota diminta segera menentukan langkah penanganan yang menjawab keluhan petani terdampak.

"Saya meminta adanya langkah konkret yang diambil pemerintah kota dalam mengatasi dampak lain dari karhutla," demikian Hatir.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Palangka Raya soal respons atas aspirasi tersebut. Petani di Kecamatan Rakumpit menunggu kepastian bentuk bantuan atau skema penanganan dampak kabut asap terhadap lahan pertanian mereka.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top