PALANGKA RAYA — Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya tidak menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan. Melalui Bus Oksigen Keliling, petugas mendatangi langsung masyarakat yang membutuhkan bantuan pernapasan di tengah paparan asap karhutla. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menyebut layanan ini sebagai pelengkap program Rumah Oksigen yang sudah berjalan lebih dulu.
Riduan menegaskan Bus Oksigen Keliling tidak menggantikan program Rumah Oksigen. Layanan bergerak ini dirancang untuk menjangkau warga di wilayah dengan paparan asap cukup tebal yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.
"Ini bukan menggantikan program Rumah Oksigen yang sudah ada. Dalam rangka pemerataan pelayanan, kami menyiapkan strategi lain dengan mendatangi masyarakat yang membutuhkan," ujar Riduan, Minggu (17/10/2026).
Dua armada bus disiapkan untuk tahap awal. Masing-masing dilengkapi tujuh tabung oksigen, sehingga satu bus bisa melayani hingga tujuh orang dalam satu waktu.
Pelayanan tidak berhenti pada pemberian oksigen. Tenaga kesehatan memeriksa kondisi pasien, termasuk mengukur saturasi oksigen dalam darah menggunakan oksimetri. Hasil pemeriksaan menjadi dasar menentukan kebutuhan oksigen dan tingkat penanganan.
Riduan menjelaskan, pasien dengan kadar oksigen di bawah 90 persen membutuhkan penanganan lebih cepat. Meski begitu, kebutuhan pemberian oksigen tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.
Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya menyediakan armada bus beserta pengemudinya. Kendaraan yang dipakai merupakan Bus Rapid Transit (BRT) milik dinas tersebut, dinilai menunjang pelayanan karena dilengkapi tempat duduk dan pendingin ruangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, menyatakan dua unit bus disiapkan untuk tahap awal. Jumlah armada berpeluang ditambah menjadi tiga unit apabila kebutuhan masyarakat meningkat.
"Kehadiran Bus Oksigen Keliling juga diharapkan memperluas jangkauan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan selama karhutla berlangsung," kata Hadi.
Pada hari pertama pelaksanaan, bus ditempatkan di Puskesmas Menteng. Lokasi pelayanan berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan warga di wilayah terdampak asap.
Penentuan titik operasional dikoordinasikan Dinas Kesehatan bersama Dinas Perhubungan berdasarkan perkembangan di lapangan. Warga Kota Palangka Raya dapat memanfaatkan layanan ini secara gratis.
Pemkot akan menyosialisasikan keberadaan Bus Oksigen Keliling agar warga mengetahui cara memperoleh bantuan ketika mengalami gangguan pernapasan.