Bulog Kalteng Serap 13.592 Ton Gabah, Setara 86 Persen Target 2026

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:39:31 WIB
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalimantan Tengah Erwin Budiana menyampaikan realisasi penyerapan gabah setara beras mencapai 13.592 ton hingga 9 Oktober 2026.

Perum Bulog Kalimantan Tengah mencatat realisasi penyerapan gabah setara beras mencapai 13.592 ton hingga 9 Oktober 2026, atau 86 persen dari target tahunan 15.805 ton. Capaian itu berkontribusi pada pengadaan beras nasional yang menembus 4.115.014 ton setara beras, melampaui target penugasan pemerintah sebesar empat juta ton.

PALANGKA RAYA — Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalimantan Tengah Erwin Budiana menyatakan penyerapan gabah di wilayahnya berjalan optimal untuk mendukung ketersediaan cadangan pangan pemerintah. Realisasi tersebut menjadi bagian dari pengadaan beras nasional melalui skema Public Service Obligation (PSO) yang tercatat 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026.

Angka nasional itu setara 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar empat juta ton. Bulog menyebut capaian tersebut sebagai pengadaan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, sekaligus menandai target pemerintah terlampaui sebelum tahun berakhir.

Empat Kabupaten Jadi Fokus Penyerapan Gabah

Di Kalimantan Tengah, Bulog memusatkan kegiatan penyerapan di sejumlah daerah sentra produksi. Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, dan Kotawaringin Timur menjadi perhatian utama, terutama selama musim panen berlangsung.

Fokus di empat wilayah itu bertujuan mengoptimalkan serapan hasil panen petani setempat. Bulog menargetkan penyerapan setara beras di Kalteng tahun ini sebesar 15.805 ton.

Cuaca Kering Pengaruhi Kualitas Gabah yang Diserap

Erwin menjelaskan kondisi cuaca turut memengaruhi kualitas gabah yang diserap Bulog. Gabah yang dipanen saat cuaca relatif kering cenderung memiliki kadar air lebih rendah sehingga kualitasnya lebih baik.

"Capaian tersebut menunjukkan penyerapan gabah di Kalimantan Tengah terus berjalan secara optimal untuk mendukung ketersediaan cadangan pangan pemerintah sekaligus memperkuat pengadaan beras nasional," jelas Erwin di Palangka Raya, Sabtu.

Harga pembelian gabah oleh Bulog mengikuti ketetapan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram. Ketentuan itu menjadi acuan dalam setiap transaksi penyerapan hasil panen petani.

Dampak bagi Petani dan Pasokan Beras Daerah

Penyerapan produksi gabah petani diharapkan menjaga stabilitas pasokan beras di Kalimantan Tengah. Selain itu, langkah tersebut memberi kepastian pasar bagi petani yang selama ini menghadapi fluktuasi harga saat panen raya.

Bulog menyatakan terus berupaya menyerap produksi gabah sesuai ketentuan yang berlaku. Penguatan cadangan pangan pemerintah menjadi salah satu sasaran utama dari kegiatan penyerapan di daerah sentra produksi.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top