Pendeta 67 Tahun Tewas Terperosok Lubang Bekas Tambang Sangihe

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:51:31 WIB
Pendeta MT (67) ditemukan tewas setelah terperosok ke lubang bekas tambang rakyat sedalam 16 meter di Desa Tumalede, Kepulauan Sangihe.

KALIMANTAN TENGAH — Seorang pendeta berinisial MT (67) tewas setelah terperosok ke lubang bekas tambang rakyat sedalam 16 meter di Desa Tumalede, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Korban diduga terpeleset saat mencari kayu bakar di halaman belakang rumahnya. Polisi kini memeriksa pemilik lahan dan aktivitas tambang di sekitar lokasi kejadian.

Korban merupakan gembala Gereja Pantekosta Karismatik di Indonesia (GPKdI). Saat kejadian, suami korban, Januari Tuwoisi, berada di rumah yang berjarak sekitar 15 meter dari lokasi. Dia mendengar suara seperti benda jatuh ke dalam lubang tambang, lalu bergegas menuju sumber suara.

Setibanya di lokasi, Januari mendapati penutup lubang tambang telah jebol dan korban sudah terperosok ke dalamnya. Dia langsung meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pertolongan. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada polisi.

Lubang Bekas Tambang Rakyat di Halaman Belakang Rumah

Lubang sedalam 16 meter itu merupakan bekas aktivitas tambang rakyat yang berada di area halaman belakang rumah korban. Kondisi lubang yang sudah ditutup namun jebol saat korban melintas di atasnya menjadi titik awal kecelakaan.

Keberadaan lubang bekas tambang di kawasan permukiman warga menjadi persoalan tersendiri. Lubang yang tidak dikelola dengan standar keselamatan memadai berpotensi membahayakan siapa pun yang melintas, terutama saat tertutup tanah atau material lain yang tidak kokoh.

Polisi Periksa Pemilik Lahan dan Aktivitas Tambang

Kepolisian saat ini tengah memeriksa pemilik lahan sekaligus menelusuri aktivitas tambang yang meninggalkan lubang tersebut. Pemeriksaan mencakup status kepemilikan lahan dan apakah aktivitas penggalian masih berlangsung atau sudah ditinggalkan.

Penelusuran ini penting untuk menentukan siapa pihak yang bertanggung jawab atas kondisi lubang yang menelan korban jiwa. Selain itu, polisi juga mendalami kronologi lengkap kejadian berdasarkan keterangan saksi, termasuk suami korban yang berada tak jauh dari lokasi.

Warga Diminta Waspadai Lubang Bekas Tambang

Peristiwa di Desa Tumalede menambah daftar kecelakaan akibat lubang bekas tambang yang tidak ditutup atau direklamasi dengan benar. Warga yang tinggal di sekitar area bekas penggalian diminta lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di halaman atau kebun yang berdekatan dengan lubang lama.

Pemerintah daerah dan aparat setempat belum menyampaikan langkah lanjutan terkait penutupan permanen lubang-lubang serupa di wilayah tersebut. Kasus ini menjadi peringatan bahwa aktivitas tambang rakyat yang ditinggalkan tanpa pemulihan lahan menyisakan risiko nyata bagi keselamatan warga sehari-hari.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top