Istana Kuno Grat Be'al Gibri di Ethiopia Diduga Punya 19 Lantai

Penulis: Hendra Wijaya  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:21:02 WIB
Reruntuhan istana Grat Be'al Gibri di Yeha, Ethiopia utara, diteliti sebagai kandidat struktur bertingkat tertinggi di Afrika Timur kuno.

KALIMANTAN TENGAH — Reruntuhan istana Grat Be'al Gibri di Yeha, Ethiopia utara, diteliti tim arkeolog dan teknik sipil Jerman sebagai kandidat struktur bertingkat tertinggi di Afrika Timur kuno. Bangunan berusia sekitar 2.800 tahun itu diperkirakan mampu mencapai 19 lantai berdasarkan simulasi daya dukung struktur yang dipublikasikan di jurnal Heritage.

Tim peneliti dari Jerman mengukur ulang sisa-sisa bangunan berusia sekitar 800 tahun sebelum masehi di wilayah Tigray tersebut. Dari pengukuran itu, luas lantai istana diperkirakan mencapai 60 kali 60 meter, menjadikannya istana terbesar yang diketahui di Afrika Timur pada masanya.

Sebagian besar struktur kini hanya menyisakan anak tangga berbatu dan sejumlah pilar. Kondisi itu membuat tinggi asli bangunan sulit dipastikan, apalagi jejak kebakaran besar turut menghancurkan banyak bagian.

Dari Pilar 10 Meter ke Simulasi 19 Lantai

Pilar-pilar di pintu masuk diperkirakan setinggi 10 meter. Jika dihitung bersama sisa tangga yang ditemukan, bangunan itu setidaknya memiliki tiga lantai bertingkat.

Untuk menguji seberapa tinggi struktur bisa berdiri, tim memasukkan data pengukuran ke model rekonstruksi virtual 3D. Model itu dipakai menghitung kapasitas daya dukung bangunan sebelum roboh.

Karena jenis kayu dan material lain yang dipakai tidak bisa dipastikan, peneliti menjalankan beberapa skenario simulasi. Hasilnya, satu skenario menunjukkan struktur mampu mencapai 19 lantai. Bahkan dalam simulasi paling tidak menguntungkan, bangunan masih bisa berdiri hingga 16 lantai sebelum runtuh.

Angka tersebut tetap merupakan perkiraan potensi maksimal kekuatan struktur dan material. Belum ada cara untuk mengetahui apakah para arsitek Yeha benar-benar membangun hingga batas kemampuan itu.

Teknik Batu Berbingkai Kayu

Tata letak situs menunjukkan perancangnya menggabungkan batu dan kayu dalam pola tertentu. Balok kayu diletakkan mendatar di dalam susunan batu kasar, berfungsi seperti kerangka penguat.

Teknik ini menyerupai timber-laced masonry, konstruksi batu bata berbingkai kayu yang juga ditemukan di sejumlah wilayah Arab selatan dan Afrika timur pada periode yang sama.

Sumber-sumber kuno dari Arab mengklaim Afrika Timur pernah memiliki bangunan hingga 20 lantai. Seni pahat Arab Selatan juga menggambarkan kompleks mirip istana dengan setidaknya sembilan lantai.

Konteks Peradaban Yeha

Grat Be'al Gibri dibangun sekitar waktu yang sama dengan Homer merenungkan perjalanan Odysseus dan bangsa Fenisia mulai mengenal alfabet. Perkiraan tinggi bangunan ini tidak mengejutkan mengingat Ethiopia merupakan negara merdeka tertua di Afrika dan salah satu peradaban tertua yang terus berlanjut.

Penelitian terbaru soal gedung bertingkat berusia 2.800 tahun ini memperkuat posisi Grat Be'al Gibri yang kini masuk daftar sementara UNESCO. Situs tersebut berpotensi dinominasikan untuk status Warisan Dunia berikutnya.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top