PALANGKA RAYA — Anggota DPRD Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan II, Ferry Khaidir, mencatat sejumlah aspirasi warga terkait akses jalan dan jembatan yang dinilai masih perlu dibenahi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan. Persoalan itu muncul dalam rangkaian reses yang digelar di kedua wilayah tersebut.
Warga tidak hanya meminta peningkatan kualitas jalan. Mereka juga menyampaikan kebutuhan infrastruktur pendukung agar aktivitas sehari-hari berjalan lebih lancar.
Salah satu lokasi yang menyampaikan kebutuhan tersebut adalah Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau. Warga berharap Jalan Kayu Ulin mendapat perhatian karena ruas itu menjadi akses utama masyarakat di kawasan bantaran Sungai Mentaya.
Menurut Ferry, warga juga menyampaikan kebutuhan pembangunan jembatan dan gorong-gorong yang menghubungkan sejumlah kawasan. Termasuk penyelesaian box culvert yang selama ini dibutuhkan sebagai bagian dari akses jalan desa.
"Di lapangan, kami melihat masih ada sejumlah akses yang perlu dibenahi agar mobilitas masyarakat tidak terhambat. Aspirasi seperti ini akan kami catat dan dorong dalam pembahasan pembangunan," kata Ferry, Senin (15/6).
Ferry menjelaskan, keberadaan jalan yang memadai berkaitan erat dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Petani dan pekebun membutuhkan akses yang layak untuk membawa hasil produksi dari kawasan usaha menuju lokasi pemasaran.
Karena itu, usulan perbaikan jalan dinilai tidak hanya menyangkut kenyamanan perjalanan. Perbaikan akses juga mendukung kelancaran kegiatan ekonomi warga di wilayah pedesaan.
Aspirasi serupa muncul di Kecamatan Parenggean. Warga menyampaikan kebutuhan pengecoran jalan lingkungan dan peningkatan sejumlah fasilitas umum yang dinilai masih membutuhkan perhatian.
Ferry mengatakan seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan untuk disampaikan kepada pemerintah daerah dan pihak terkait. Pelaksanaannya harus disesuaikan dengan skala prioritas serta kemampuan anggaran yang tersedia.
"Kami akan terus mengawal usulan yang disampaikan masyarakat. Tentunya, realisasi pembangunan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan paling mendesak dan kemampuan anggaran," pungkasnya.