Tesla Siap Bangun Pabrik Sel Surya Rp 161 Triliun di Texas, Target Produksi 100 GW

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 02:06:31 WIB
Tesla mengajukan aplikasi insentif pajak untuk membangun pabrik sel surya terintegrasi vertikal di Texas dengan nilai investasi USD 10,1 miliar.

KALIMANTAN TENGAH — Berdasarkan dokumen aplikasi insentif pajak yang diunggah Texas Comptroller pada 6 Agustus lalu, pabrik ini akan dibangun di atas lahan hijau di sepanjang FM 762 dan FM 1994, selatan Sungai Brazos. Aplikasi yang ditandatangani 22 Juli oleh pengacara pajak Tesla dan disusun konsultan Kroll ini diajukan untuk mendapatkan keringanan pajak properti selama 10 tahun melalui program JETI (Jobs, Energy, Technology and Innovation Act) yang dirutekan lewat Lamar Consolidated ISD.

Investasi Rp 161 Triliun untuk Pabrik Vertikal Penuh

Nilai investasi tersebut mencakup sekitar USD 1,5 miliar untuk properti riil dan USD 8,6 miliar untuk peralatan. Belanja modal direncanakan berjalan tiga tahun, 2026 hingga 2028, sebelum operasi komersial dimulai awal 2029.

Yang menarik dari daftar peralatan dalam dokumen itu: Tesla mendeskripsikan fasilitas yang sepenuhnya terintegrasi secara vertikal. Mulai dari produksi ingot, wafer, coating, metallization, jalur printing, pengujian sel, hingga cleanroom. Artinya, bahan baku polisilikon masuk dari satu sisi, dan sel serta modul jadi keluar dari sisi lain.

Model pabrik semacam ini langka di Amerika Serikat. Sebagian besar "manufaktur surya" domestik AS hanya perakitan modul dengan sel impor dari Asia. Model ingot-ke-modul dalam satu atap justru menjadi ciri khas industri China, dan kini Tesla ingin menirunya di Texas.

9.712 Lowongan Kerja dan Suntikan USD 107 Miliar ke Ekonomi Texas

Laporan dampak ekonomi yang ditulis Kroll mengklaim proyek ini bakal menambah sekitar USD 107 miliar ke Produk Domestik Bruto (PDB) Texas dan USD 6,4 miliar pendapatan pajak negara bagian dan lokal selama 38 tahun. Aplikasi tersebut mencantumkan lima bidang tanah di dekat Richmond, namun hanya sebagian yang akan digunakan, di dalam zona reinvestasi yang masih harus dibentuk Fort Bend County.

Artinya, proses ini masih sangat awal. Masih panjang jalan dari aplikasi JETI menuju pabrik yang benar-benar beroperasi.

Insentif Pajak Jadi Syarat, Pemerintah Federal Ikut Menopang

Argumen utama Tesla dalam dokumen itu tegas: tanpa keringanan pajak, Texas tidak kompetitif. Perusahaan menyatakan sedang mengevaluasi "berbagai lokasi di beberapa negara bagian AS" dan tanpa JETI limitation plus keringanan lokal, ekonomi situs Fort Bend kalah bersaing dibanding lokasi lain di negara bagian yang tidak disebutkan namanya. Pajak properti, tulis Tesla, adalah salah satu biaya operasional terbesar untuk pabrik semacam ini.

Ini pola standar negosiasi lokasi pabrik yang biasa dipakai korporasi besar. Tesla juga menumpuk bantuan federal: dokumen itu merujuk pada kredit produksi Section 45X dan Section 48D. Dengan kata lain, label harga USD 10,1 miliar itu sangat bergantung pada subsidi publik agar ekonomis.

Janji 100 GW dan Pelajaran dari Buffalo

Project Crystal Sun adalah otot manufaktur di balik angka yang disebut Elon Musk sepanjang tahun ini. Dalam pernyataannya di Davos, Januari lalu, ia mengatakan tim SpaceX dan Tesla "bekerja membangun 100 GW per tahun tenaga surya di AS" dan "itu mungkin memakan waktu sekitar 3 tahun".

Namun perlu dicatat: Tesla pernah gagal memenuhi janji besar manufaktur surya di AS. Gigafactory SolarCity di Buffalo yang semula ditargetkan memproduksi 10 GW per tahun justru menjadi salah satu proyek paling memalukan perusahaan. Solar Roof juga sudah lama berjalan tertatih-tatih. Target surya Musk memang sering bergeser.

Kendati begitu, jika Tesla benar-benar membangun pabrik ingot-ke-modul di atas tanah AS, itu akan jadi pencapaian signifikan. Ini satu-satunya bagian dari cerita Tesla saat ini yang sejalan dengan misi awal perusahaan, di tengah bisnis mobil yang sedang stagnan. Energi menjadi titik terang, dan rantai pasok surya domestik yang nyata akan punya arti besar—setidaknya di atas kertas.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top