SAMPIT — Jumlah lokasi kebakaran hutan dan lahan yang dipasangi garis polisi di Kabupaten Kotawaringin Timur terus bertambah. Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 18 titik yang diamankan untuk proses penyelidikan, naik dari sebelumnya 15 titik.
"Ini tersebar di seluruh kecamatan yang ada hotspot," ujar Resky di Sampit, Senin.
Kecamatan Seranau menjadi wilayah dengan titik kebakaran terbanyak, disusul Kecamatan Kota Besi dan kawasan Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang.
Polisi menemukan salah satu lokasi kebakaran berada di dalam area konsesi Hak Guna Usaha (HGU) di Kecamatan Kota Besi. Pihak kepolisian masih melakukan pengecekan untuk memastikan sumber api, apakah berasal dari tanaman masyarakat yang masuk ke area konsesi atau justru dari areal konsesi itu sendiri.
"Kami masih mengecek apakah ini berasal dari tanaman masyarakat yang masuk konsesi atau memang dari konsesi," ungkap Resky.
Polres Kotim telah menetapkan satu orang sebagai tersangka terkait kasus karhutla. Penegakan hukum ini menjadi bagian dari langkah represif untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah pembakaran lahan secara sengaja.
Saat ini, tim gabungan memprioritaskan pemadaman dan pendinginan agar api tidak kembali menyala maupun meluas ke area lain. Dugaan unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan masih didalami melalui olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Indikasi penyebabnya masih sama-sama kita cek di lapangan. Tim saat ini berfokus pada bagaimana pemadaman dan pendinginan. Dugaan unsur kesengajaan masih kita gali dari hasil olah TKP," tegas Resky.
Kapolres menjelaskan, penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman di lokasi kejadian, tetapi juga membutuhkan langkah terkoordinasi melalui Satgas Udara dan Satgas Darat. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD Kotim untuk menentukan langkah tepat menghadapi peningkatan titik panas.
"Kami mendukung penuh dengan menurunkan penebalan anggota, penerjunan anggota, berikut juga tetap melaksanakan sosialisasi, preventif dan tindakan represif," ujarnya.
Wakil Bupati Kotim Irawati menegaskan pentingnya kehadiran langsung unsur pemerintah dan aparat di lapangan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi serta proses pemadaman berjalan maksimal sesuai kebutuhan di lokasi.
"Hari ini saya bersama Kapolres dan Kalaksa BPBD Kotawaringin Timur turun langsung ke lokasi lahan yang mengalami kebakaran," kata Irawati.
Ia mengapresiasi kerja keras personel gabungan yang terus berjibaku memadamkan api. Menurutnya, kebakaran yang tidak segera ditangani dapat meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat.
"Sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam pengendalian karhutla di Kotim," ucap Irawati.
Kegiatan pemadaman di Jalan MT Haryono Barat turut melibatkan Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim Rihel, personel Satgas Karhutla, serta Lurah Mentawa Baru Hulu dan jajarannya.