TAMIYANG LAYANG — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan publik. Pernyataan tersebut disampaikan melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, saat upacara Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur di halaman Kantor Bupati setempat.
Agustiar menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Setiap rupiah uang rakyat, menurut dia, wajib dikelola secara efektif dan memberikan dampak sebesar-besarnya bagi kepentingan publik.
“Kehadiran kita pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Gubernur dalam sambutannya.
Peringatan kali ini mengusung tema “Sinergi Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Barito Timur Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah, dan Harmonis (SEGAH)”. Pemerintah provinsi menyatakan komitmennya mendukung pembangunan daerah tersebut melalui kolaborasi lintas elemen, baik di wilayah pedalaman maupun perkotaan.
Salah satu wujud dukungan Pemprov Kalteng diwujudkan melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera. Pemkab Barito Timur dinilai aktif mendukung pelaksanaan program tersebut. Sebanyak 3.586 keluarga penerima manfaat telah melewati proses verifikasi di kabupaten itu.
Selain itu, seluruh pihak diajak mengawal program strategis nasional dalam kerangka Asta Cita Presiden. Beberapa program yang menjadi prioritas antara lain:
Gubernur mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Fenomena El Nino menyebabkan musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dan panjang, dengan puncak kemarau pada Agustus hingga September.
Masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan asap atau titik api, warga diimbau segera melapor kepada kepala desa, lurah, atau BPBD setempat agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
“Penanganan kebakaran hutan dan lahan itu tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Agustiar juga mengajak masyarakat memperkuat perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba. Kewaspadaan terhadap hoaks serta informasi menyesatkan di ruang digital juga menjadi perhatian utama.
Menurut dia, pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik. Kualitas pelayanan publik, perlindungan masyarakat, kelestarian lingkungan, ketahanan sosial, serta kemampuan masyarakat menghadapi perkembangan teknologi menjadi indikator penting lainnya.
“Carilah informasi yang benar dari sumber yang benar,” pesan Gubernur.
Momentum Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur diharapkan menjadi penguat persatuan, sinergi, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Hal itu dinilai penting untuk mendorong kemajuan daerah serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.