PALANGKA RAYA — Berdasarkan data resmi dari halaman Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) KLHK, Kalimantan Tengah mencatatkan indeks kualitas udara tertinggi di Indonesia pada pagi hari ini. Dengan skor 175, provinsi ini berada di atas Sumatera Selatan yang menempati posisi kedua dengan indeks 170, serta Kalimantan Selatan di posisi ketiga dengan indeks 130.
Angka 175 tersebut berada pada rentang 101-200 yang dalam Peraturan Menteri LHK No. 14 Tahun 2020 didefinisikan sebagai kualitas udara tidak sehat. Pada level ini, polusi udara dinilai mulai merugikan kesehatan manusia serta berdampak negatif pada hewan dan tumbuhan di sekitarnya.
Kondisi udara pagi ini tidak hanya memburuk di Kalimantan Tengah. Tetangga terdekatnya, Kalimantan Selatan, juga masuk dalam jajaran tiga besar nasional dengan indeks 130. Sementara itu, Kalimantan Barat berada di peringkat kesembilan dengan indeks 80 yang masih masuk kategori kualitas udara sedang.
Berikut daftar lengkap 10 provinsi dengan indeks kualitas udara terburuk di Indonesia pada Minggu, 9 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB:
Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara KLHK menjelaskan bahwa ISPU merupakan angka tanpa satuan yang menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu. Indeks ini didasarkan pada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika, dan makhluk hidup lainnya.
Perhitungan ISPU dilakukan berdasarkan hasil pengukuran tujuh parameter pencemar udara, yakni PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Pengukuran parameter tersebut tersebar di 72 stasiun pemantauan di berbagai daerah di Indonesia.
Untuk konteks, ISPU pada rentang 0-50 berarti kualitas udara baik, rentang 51-100 berarti sedang, dan rentang 101-200 berarti tidak sehat. Jika indeks mencapai 201-300, kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat yang dapat meningkatkan risiko kesehatan pada kelompok sensitif. Adapun indeks di atas 300 masuk kategori berbahaya dan memerlukan penanganan cepat.
Dengan indeks 175, warga Kalimantan Tengah disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup setempat mengenai penyebab spesifik memburuknya kualitas udara di provinsi ini, namun kabut asap akibat kebakaran lahan kerap menjadi faktor utama polusi udara di wilayah Kalimantan pada musim kemarau.