Indeks Pencemaran Udara di Kotim Capai 271, DLH Sampit Imbau Warga Pakai Masker

Penulis: Hendra Wijaya  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:59:31 WIB
Petugas gabungan memadamkan titik api di kawasan lahan yang terbakar di Sampit, Rabu (5/8/2025).

SAMPIT — Kabut asap pekat kembali menyelimuti Sampit dan sekitarnya, mendorong kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke level berbahaya bagi kesehatan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim mencatat indeks pencemaran udara (IPU) mencapai 271 pada Rabu pagi, status yang masuk kategori "Sangat Tidak Sehat". Kepala DLH Kotim, Marjuki, mengingatkan warga untuk tidak menganggap remeh kondisi ini. Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5, partikel halus berukuran kurang dari 2,5 mikron yang mampu menembus paru-paru dan masuk ke aliran darah. "Kualitas udara pagi ini menurun menjadi sangat tidak sehat. Ini perlu diwaspadai seluruh masyarakat karena rawan berdampak terhadap kesehatan," kata Marjuki di Sampit, Rabu (5/8). Titik Api Kembali Marak di Berbagai Kecamatan Peningkatan polusi udara ini tidak terlepas dari intensitas kebakaran lahan yang kembali meningkat. Berdasarkan catatan BPBD Kotim, setidaknya delapan lokasi kebakaran terjadi sepanjang Selasa (4/8) siang hingga malam. Sebagian besar titik api berada di wilayah perkotaan Sampit, seperti di Jalan Graha Pramuka, Sangga Buana-Sekar Arum, MT Haryono Barat, serta Jalan Tjilik Riwut KM 7. Pada Selasa malam, laporan kebakaran baru juga muncul di sepanjang Jalan Tjilik Riwut yang menghubungkan Sampit menuju Kota Besi. Beberapa lokasi yang terbakar sebelumnya dilaporkan belum sepenuhnya padam dan kembali memunculkan asap tebal. BPBD Kerahkan Water Bombing untuk Jangkau Titik Sulit Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyatakan tim gabungan dari berbagai instansi masih bekerja keras memadamkan api. Untuk lokasi yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat, pemadaman dilakukan melalui udara dengan bantuan helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Kami mengimbau dengan sangat kepada masyarakat untuk membantu mencegah dan menanggulangi karhutla ini agar tidak semakin parah. Membakar lahan akan membawa dampak buruk bagi masyarakat luas," tegas Multazam. Ia menambahkan, aparat penegak hukum telah menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang sengaja membakar lahan. Hingga Rabu pagi, petugas masih melanjutkan pemadaman di sejumlah titik dan melakukan pemantauan untuk deteksi dini munculnya lokasi kebakaran baru. Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah Menghadapi kondisi udara yang kian memburuk, Marjuki mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Penggunaan masker menjadi keharusan, terutama bagi mereka yang tetap beraktivitas di ruang terbuka. "Selain upaya penanganan kebakaran yang terus dilakukan pemerintah, kami mengimbau masyarakat menggunakan masker agar tidak terhirup asap. Kalau tidak mendesak, kurangi beraktivitas di luar rumah," demikian Marjuki.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top