SAMPIT — Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor membuka Gerakan Tanam Padi Serentak di Kelompok Tani Karya Mufakat VII, Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit, Jumat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
Halikinnor menyebut ketahanan pangan kini menjadi isu krusial di tengah perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, gangguan rantai pasok global, hingga dinamika geopolitik. Menurutnya, kondisi itu mengajarkan bahwa setiap negara harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk menjawab tantangan tersebut. Halikinnor menyebut dukungan sumber daya alam yang melimpah, lahan pertanian yang luas, serta jutaan petani yang menjadi garda terdepan menjadi kekuatan utama sektor pangan nasional.
“Pemerintah terus memperkuat berbagai program strategis untuk memperkokoh ketahanan pangan nasional sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri di tengah berbagai tantangan global,” tuturnya.
Halikinnor menegaskan gerakan tanam padi serentak yang dilaksanakan bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menilai program ini merupakan bentuk nyata sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan setiap jengkal lahan produktif dimanfaatkan secara optimal.
“Gerakan tanam padi serentak yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Gerakan ini merupakan wujud nyata sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan setiap jengkal lahan produktif dapat dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.
Keberhasilan program peningkatan produksi pangan, lanjut dia, harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga pendampingan kepada petani secara berkelanjutan.
Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki potensi pertanian yang terus berkembang dan menjadi salah satu daerah penyangga produksi pangan nasional. Halikinnor menilai potensi tersebut perlu dijaga melalui peningkatan luas tanam, pemanfaatan lahan secara optimal, penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta penguatan kelembagaan petani.
“Bagi Kabupaten Kotawaringin Timur, kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting. Daerah kita memiliki potensi pertanian yang terus berkembang dan menjadi salah satu penyangga produksi pangan di nasional,” ucapnya.
Halikinnor mengingatkan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak semata. Ia menilai hasil sektor pangan merupakan kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah, dukungan teknologi, hingga kebijakan yang berpihak kepada pertanian.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan menjaga semangat gotong royong. Tujuannya agar produksi pangan terus meningkat serta mampu memberikan kesejahteraan bagi petani dan masyarakat.
“Keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama. Semoga ikhtiar yang kita lakukan hari ini memberikan hasil panen yang melimpah serta membawa kesejahteraan bagi para petani dan masyarakat,” demikian Halikinnor.