KALIMANTAN TENGAH — PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi memperkenalkan Toyota Hilux BEV sebagai varian listrik dari pikap legendaris generasi kesembilan. Mobil ini diimpor dalam bentuk utuh (CBU) dari Thailand dan menjadi model pertama di segmen pikap 4x4 yang menggunakan baterai di Indonesia.
Peluncuran ini bertepatan dengan menguatnya dominasi Hilux di segmen pikap 4x4 domestik. Berdasarkan data internal TAM, pangsa pasar Hilux melonjak dari 57 persen pada Januari-Mei 2025 menjadi 70,2 persen di periode yang sama tahun ini.
“Sejalan dengan Toyota Multipathway Strategy, kami juga memperluas opsi elektrifikasi di segmen komersial melalui hadirnya New Hilux Battery yang tetap membawa karakter tangguh dan andal khas Hilux,” ujar Takuya Yokohama, Presiden Direktur PT TAM, dalam siaran resmi pekan lalu.
Secara tampilan, Hilux BEV mengadopsi DNA desain terbaru yang sama dengan varian diesel. Namun ada beberapa pembeda signifikan. Gril depan kini tertutup rapat dengan warna senada bodi, menggantikan kisi-kisi udara konvensional.
Emblem Toyota yang biasanya berada di kap mesin atau gril, kini dipasang melintang di bagian tengah area depan. Velg yang digunakan juga memiliki desain berbeda dari tipe lain, tampak lebih futuristik.
Toyota Hilux BEV dibanderol dengan harga Rp 1 miliar. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu pikap termahal di kelasnya, sekaligus menjadi opsi elektrifikasi pertama untuk konsumen komersial yang membutuhkan kendaraan tangguh tanpa emisi.
Belum ada informasi resmi mengenai kapasitas baterai, jarak tempuh, dan tenaga yang dihasilkan. TAM juga belum mengumumkan skema penjualan ritel atau apakah unit ini akan diproduksi lokal di masa depan.
Dengan hadirnya Hilux BEV, Toyota memperkuat strategi elektrifikasi di semua lini, termasuk kendaraan komersial yang selama ini identik dengan mesin diesel. Langkah ini sekaligus menjawab permintaan pasar yang mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa meninggalkan karakter tangguh khas pikap.