KALIMANTAN TENGAH — Berdasarkan data BMKG yang dirilis pekan ini, kondisi cuaca pada 16 Juni 2026 akan bervariasi dari cerah berawan hingga hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Masyarakat yang berencana bepergian atau beraktivitas di luar ruangan disarankan menyiapkan perlengkapan antisipasi hujan.
Dua kota di Sumatra, Padang dan Batam, diprakirakan mengalami hujan petir. Di Padang, hujan petir terjadi pada siang dan malam hari. Sementara di Batam, hujan petir diperkirakan turun sejak dini hari hingga pagi, kemudian berubah menjadi hujan ringan pada siang hari.
Di Kalimantan Timur, Kota Samarinda berpotensi diguyur hujan lebat pada pagi hari. Setelah itu, cuaca berubah menjadi hujan ringan pada siang dan malam. Kondisi berbeda terjadi di kota-kota besar lain seperti Jakarta Pusat yang diprakirakan berawan tebal pada dini hari, berawan di pagi hari, dan hujan ringan pada malam hari.
Sejumlah kota di Pulau Jawa cenderung aman dari hujan lebat. Bandung diprakirakan cerah berawan pada siang hari, sementara Yogyakarta cerah berawan sepanjang hari. Semarang dan Surabaya juga akan mengalami cuaca cerah berawan pada pagi hingga siang, meski berpotensi hujan ringan di malam hari.
Di Bali, Kota Denpasar diprediksi berawan dari dini hari hingga malam. Kondisi serupa terjadi di Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang pada siang hari berawan tebal dan kembali cerah berawan pada malam hari. Sementara Kupang, Nusa Tenggara Timur, diprakirakan cerah berawan pada pagi, hujan ringan siang, dan kembali cerah berawan malam hari.
Mayoritas kota di Sulawesi, Maluku, dan Papua diprakirakan mengalami hujan ringan. Mamuju dan Ambon menjadi kota dengan durasi hujan paling panjang, yakni hujan ringan dari dini hari hingga malam. Di Papua, Jayapura diprediksi hujan ringan pada pagi dan siang hari, sementara Manokwari hujan ringan pada pagi hari.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang cepat, terutama di wilayah yang diprakirakan mengalami hujan petir dan hujan lebat. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kanal resmi BMKG.