MUARA TEWEH — Kebakaran yang terjadi pada lahan bertipe tanah mineral dengan vegetasi tumpukan pepohonan bekas tebangan, dedaunan, dan semak belukar itu berhasil dilokalisasi sebelum api merambat ke area yang lebih luas. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, mengonfirmasi bahwa tidak ada titik api yang tersisa setelah operasi pemadaman selesai.
Laporan pertama kali diterima dari MPA Trahean pada pukul 15.05 WIB. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops-PB BPBD langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 15.16 WIB.
Sesampainya di lokasi, petugas menemukan beberapa titik api yang masih menyala pada tumpukan vegetasi kering. Potensi meluasnya api menjadi ancaman utama, mengingat kondisi cuaca dan material yang mudah terbakar.
“Berkat respons cepat petugas bersama MPA Trahean, proses pemadaman dapat diselesaikan sekitar pukul 17.09 WIB,” ujar Rizali Hadi dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan darat berupa lima unit jet shooter. BPBD juga mengerahkan satu mobil water supply dan satu mobil personel, sementara MPA Trahean turut mengerahkan satu unit mobil water supply. Setelah pemantauan dan dipastikan tidak ada lagi titik api aktif, tim kembali ke Posko Pusdalops-PB pada pukul 17.13 WIB.
Berdasarkan identifikasi di lapangan, kebakaran ini tergolong kebakaran permukaan (surface fire) pada lahan mineral. Luas area terdampak diperkirakan 0,89 hektare. Tidak ada korban jiwa atau kerusakan bangunan dalam peristiwa ini.
Rizali Hadi mengapresiasi peran aktif masyarakat dan MPA yang memberikan informasi dini. “Partisipasi masyarakat dalam melaporkan kejadian sejak dini sangat membantu upaya pencegahan dan penanganan karhutla,” tegasnya.
Memasuki musim kemarau, BPBD Kabupaten Barito Utara mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Pihaknya juga terus memantau wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran guna meminimalisasi dampak serta menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.