SAMPIT — Status waspada cuaca ekstrem resmi berlaku untuk wilayah utara Kotawaringin Timur. BMKG memprediksi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat akan mengguyur kawasan tersebut, yang mencakup Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, dan sekitarnya.
Peningkatan curah hujan ini dipicu oleh terbentuknya pusat tekanan rendah di sekitar perairan selatan Kalimantan. Fenomena ini memperkuat pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan deras dan angin kencang di wilayah hulu sungai.
Kondisi geografis Kotim bagian utara yang berbukit dan memiliki banyak aliran sungai kecil membuat daerah ini sangat rentan terhadap banjir bandang dan longsor. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak saat hujan deras,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim, belum lama ini.
Peringatan cuaca ekstrem ini berlaku untuk periode tiga hingga lima hari ke depan. BMKG akan terus memperbarui informasi setiap enam jam sekali jika terjadi perubahan signifikan pada pola cuaca.
Masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi dari BMKG melalui kanal daring atau radio komunikasi desa. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya di media sosial.
BPBD Kotim telah menyiagakan personel di titik-titik rawan bencana di wilayah utara. Selain itu, logistik seperti makanan siap saji, tenda pengungsi, dan perahu karet juga sudah disiapkan.
Warga yang tinggal di daerah perbukitan diminta untuk segera membersihkan saluran air di sekitar rumah. “Jika air mulai naik, jangan menunggu. Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi,” tambah Kepala BPBD Kotim.
Hujan deras yang terus-menerus berpotensi merendam pemukiman di bantaran Sungai Mentaya dan anak-anak sungainya. Jalan kabupaten di beberapa desa juga rawan putus akibat longsor.
Petani di wilayah hulu diminta waspada terhadap gagal panen akibat genangan air yang terlalu lama. Nelayan di perairan umum juga disarankan tidak melaut atau mencari ikan saat cuaca buruk.
Ya, setiap musim penghujan tiba, Kecamatan Antang Kalang dan Telaga Antang selalu masuk dalam zona merah. Hujan di daerah hulu langsung mengalir deras ke hilir dan sering menyebabkan luapan sungai dalam hitungan jam.
Data BPBD Kotim mencatat, pada awal tahun lalu, banjir merendam lebih dari 200 rumah di dua kecamatan tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
BMKG akan mengevaluasi status waspada ini setiap hari. Jika curah hujan menurun signifikan, peringatan bisa dicabut lebih awal. Namun, jika intensitas hujan terus meningkat, status bisa dinaikkan menjadi siaga darurat.
Masyarakat dapat menghubungi call center BPBD Kotim di nomor darurat yang sudah disebarkan melalui kepala desa masing-masing. Informasi lebih lanjut juga tersedia di kantor kecamatan setempat.