Krisis BBM Mulai Lumpuhkan Produktivitas Petani di Lumbung Pangan Kotawaringin Timur, Pasokan Terhambat

Penulis: Hendra Wijaya  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 14:29:31 WIB
Petani Kecamatan Pulau Hanaut menghadapi kesulitan operasikan mesin pertanian akibat kelangkaan BBM bersubsidi.

SAMPIT — Kelangkaan BBM bersubsidi di wilayah selatan Kotawaringin Timur mulai berdampak langsung pada aktivitas pertanian. Para petani di Kecamatan Pulau Hanaut dan sekitarnya mengaku kesulitan menjalankan mesin pompa air dan traktor karena antrean panjang di SPBU atau stok yang kosong. Kondisi ini terjadi di tengah musim tanam yang membutuhkan pasokan BBM intensif untuk irigasi sawah.

Apa Dampak Langsung bagi Petani?

Para petani terpaksa memperlambat jadwal tanam karena mesin penggilingan dan pompa air tidak bisa beroperasi maksimal. Sejumlah kelompok tani di Desa Bapinang Hilir melaporkan bahwa mereka harus mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk membeli BBM dari pengecer dengan harga di atas eceran tertinggi. Jika situasi ini berlangsung lama, produksi gabah di kawasan selatan Kotim terancam turun drastis.

Mengapa Kelangkaan Terjadi?

Distribusi BBM bersubsidi ke wilayah pesisir dan pedalaman Kotawaringin Timur kerap terkendala akses jalan dan cuaca. Kapal pengangkut BBM dari Sampit ke kecamatan-kecamatan selatan sering tertunda akibat gelombang tinggi di perairan Laut Jawa. Selain itu, kuota BBM bersubsidi untuk sektor pertanian dinilai belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan petani di lapangan.

Bagaimana Respons Pemerintah Daerah?

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur menyatakan sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas untuk menambah pasokan. Pemerintah kabupaten juga mendorong petani menggunakan kartu tani agar alokasi BBM subsidi lebih tepat sasaran. Namun, realisasi di lapangan masih menemui kendala administratif dan distribusi.

Berapa Lama Krisis Ini Berlangsung?

Belum ada kepastian kapan pasokan BBM kembali normal. Petani berharap ada solusi jangka pendek, seperti penambahan SPBU mini atau mobil tangki keliling di titik-titik rawan. Tanpa intervensi cepat, target produksi pangan di Kotawaringin Timur tahun ini bisa meleset jauh.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top