PALANGKA RAYA — Dunia olahraga Kalimantan Tengah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Benson, atlet dayung senior yang prestasinya melambung di era 1980-an, mengembuskan napas terakhir pada 23 Mei 2026. Ia dimakamkan dua hari kemudian, Rabu (27/5/2026), diiringi duka keluarga dan rekan sesama atlet.
Namun, di tengah penghormatan terakhir itu, tak satu pun pejabat daerah tampak hadir. Rumah duka di Jakarta—tempat almarhum terakhir menetap—sepi dari deretan karangan bunga atau kunjungan resmi perwakilan pemerintah.
Benson bukan nama sembarangan. Di masa jayanya, ia adalah tulang punggung cabang dayung Indonesia. Medali emas SEA Games 1985 ia sumbangkan untuk Merah Putih. Namanya juga tercatat pernah berlaga di Asian Games hingga Olimpiade, serta menyabet berbagai gelar di ajang nasional seperti PON.
Puluhan medali emas yang ia raih selama kariernya menjadi bukti pengabdian tanpa batas untuk bangsa. Namun, di penghujung hidup, pengabdian itu seolah tak berbalas pantas.
Kepergian Benson terasa lebih berat karena terjadi hanya 49 hari setelah sang istri tercinta meninggal dunia. Dalam masa duka yang masih segar, ia harus menyusul untuk selamanya. Keluarga besar yang ditinggalkan kini bergulat dengan kehilangan beruntun ini tanpa kehadiran moral dari para pemimpin daerah.
“Beliau adalah atlet yang sangat disiplin dan rendah hati. Prestasinya tidak perlu diragukan lagi, tapi saat pulang ke kampung, beliau tidak pernah meminta perlakuan istimewa,” ujar salah satu kerabat yang enggan disebutkan namanya.
Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun KONI Kalteng mengenai absennya perwakilan di pemakaman Benson. Publik pun mulai mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menghargai jasa para mantan atlet berprestasi, terutama yang sudah sepuh atau tinggal di luar daerah.
Kisah Benson menjadi pengingat pahit: medali emas dan pengabdian puluhan tahun tak menjamin seorang atlet mendapat penghormatan layak di akhir hayatnya. Di saat keluarga membutuhkan kehadiran negara, yang datang hanyalah keheningan.