Skotlandia Ingin Sukses di Piala Dunia 2026, Bukan Sekadar Ciptakan Sejarah

Penulis: Joko Purnomo  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 03:32:01 WIB
Kapten Andy Robertson menegaskan Skotlandia menargetkan sukses di Piala Dunia 2026, bukan sekadar mencatat sejarah.

KALIMANTAN TENGAH — Skotlandia akhirnya kembali ke panggung Piala Dunia setelah penantian panjang sejak Prancis 1998. Skuad asuhan Steve Clarke lolos setelah melewati babak kualifikasi dramatis yang berpuncak pada kemenangan atas Denmark tahun lalu. Bagi sebagian besar pemain dan penggemar, ini adalah pengalaman pertama merasakan atmosfer turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Namun, bagi sang kapten Andy Robertson, sekadar tampil di Amerika Utara musim panas ini tidaklah cukup. Pemain yang telah memenangkan hampir semua trofi bersama Liverpool ini memiliki ambisi yang lebih besar. “Bukan tentang menciptakan sejarah, ini tentang kami ingin sukses di turnamen ini,” tegas Robertson kepada FourFourTwo dalam wawancara eksklusif.

Ambisi Besar di Grup Neraka

Skotlandia tergabung di Grup B yang sangat berat bersama Brasil, Maroko, dan Haiti. Robertson mengakui tantangan yang dihadapi timnya sangat besar, tetapi ia dan rekan-rekannya tidak gentar. “Kami tahu betapa sulitnya grup ini, dan kami ingin sukses dan mengumpulkan cukup poin untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Bermain melawan Brasil, tim paling sukses dan ikonik dalam sejarah Piala Dunia, dianggap Robertson sebagai momen spesial. Ia juga menantikan duel melawan Maroko dan Haiti. “Saya pikir itu adalah tiga pertandingan yang benar-benar bagus untuk dijalani di Piala Dunia,” tambah pemain berusia 31 tahun itu.

Pelajaran Berharga dari Kegagalan Euro 2024

Skotlandia bukanlah tim tanpa pengalaman di turnamen besar. Mereka tampil di Euro 2020 setelah absen lama, namun kegagalan di Euro 2024 menjadi pelajaran pahit. Robertson menilai pengalaman itu sangat berharga. “Sepak bola turnamen itu unik. Semakin banyak Anda mengalaminya, semakin banyak Anda belajar,” katanya.

Kekecewaan di Jerman tahun lalu justru menjadi batu loncatan. “Setelah Euro, ada kekecewaan, tapi kami kemudian kembali dan lolos ke Piala Dunia. Itu menunjukkan kami bisa bangkit,” jelas Robertson. Ia menekankan bahwa satu hal yang belum dicapai timnya adalah menjalani turnamen yang sukses. “Sekarang terserah kami untuk mengambil langkah selanjutnya dan membuktikan bahwa kami bisa sukses di level itu.”

Bukan Sekadar Lolos dari Fase Grup

Meski menjadi generasi pertama yang berpeluang lolos dari fase grup, Robertson enggan terbebani target tersebut. “Kami tidak terlalu memikirkan menjadi tim pertama yang lolos dari grup,” katanya. Baginya, target utama adalah memenangkan pertandingan dan bermain di babak gugur. “Kami hanya bersemangat untuk pertandingan, mencoba menjadi versi terbaik dari diri kami sendiri dan berusaha untuk lolos dari grup.”

Jika berhasil melaju ke fase knock-out, itu akan menjadi sejarah baru bagi sepak bola Skotlandia. Namun, seperti kata Robertson, sejarah hanyalah bonus. “Kami akan menciptakan sedikit sejarah di sepanjang jalan jika kami bisa mewujudkannya,” pungkasnya.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top