KAPUAS — Warga Kecamatan Kapuas Murung digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di perairan Palingkau Lama, Jumat (22/5). Korban diketahui hilang sejak dini hari sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa oleh tim gabungan.
Proses pencarian yang dilakukan warga dan aparat setempat membuahkan hasil setelah korban ditemukan mengapung di sungai. Jarak antara lokasi penemuan dengan tempat perahu korban terakhir kali terparkir mencapai 3 kilometer.
Belum diketahui secara pasti penyebab korban bisa jatuh ke sungai dan hanyut sejauh itu. Pihak kepolisian dari Polsek Kapuas Murung masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa ini.
Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui saat korban dilaporkan tidak kembali ke rumah pada Kamis malam. Keluarga yang cemas kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada perangkat desa setempat.
Pencarian dimulai sejak Jumat subuh dengan melibatkan warga sekitar dan tim SAR. Perahu korban ditemukan terlebih dahulu dalam keadaan kosong di pinggir sungai, sebelum akhirnya jasad korban berhasil dievakuasi beberapa jam kemudian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum merilis penyebab pasti kematian korban. Jenazah telah dibawa ke puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kapolsek Kapuas Murung melalui keterangan singkatnya membenarkan peristiwa penemuan tersebut dan mengimbau warga yang beraktivitas di sungai untuk selalu waspada. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau kerap menggunakan perahu sebagai alat transportasi utama. Arus sungai di kawasan Kapuas Murung kerap berubah drastis, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
Pemerintah desa setempat pun berencana memasang rambu peringatan di titik-titik rawan kecelakaan air. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.