KALIMANTAN TENGAH — Kobaran api dengan cepat melalap seluruh bangunan kafe di Kecamatan Jekan Raya tersebut, mulai dari atap hingga seluruh isi ruangan. Tim gabungan pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung berjibaku menjinakkan si jago merah agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Proses pemadaman baru berhasil dikendalikan setelah hampir satu jam.
Dalam operasi pemadaman itu, seorang relawan mengalami pingsan akibat kelelahan. Ia langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi terkini relawan tersebut.
Sejumlah saksi mata, termasuk warga bernama Bendrio, mengaku mendengar bunyi letupan dari dalam bangunan saat kebakaran berlangsung. "Saya mendengar suara teriakan lalu terbangun dari tidur. Saat keluar rumah api sudah membesar di bagian bangunan kafe," ujarnya kepada petugas di lokasi.
Bau gas LPG juga tercium selama proses pemadaman berlangsung. Polisi menduga tabung gas yang berada di dalam kafe ikut meledak setelah tersambar api, mempercepat perambatan kobaran.
Pemilik kafe diperkirakan mengalami kerugian material hingga ratusan juta rupiah. Seluruh bangunan beserta barang-barang di dalamnya ludes dilalap api. Hingga berita ini diturunkan, petugas dari Polresta Palangka Raya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Satu orang relawan damkar dilaporkan pingsan akibat kelelahan dan telah mendapatkan perawatan medis.
Penyebab pasti masih dalam penyelidikan kepolisian. Namun, saksi mendengar bunyi letupan dan mencium bau gas LPG, sehingga dugaan sementara kebakaran dipicu oleh ledakan tabung gas yang ada di dalam kafe.
Kebakaran terjadi pada Sabtu (23/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Kutilang Induk, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.