BBM Dex Melonjak dari Rp14.000 ke Rp26.000 per Liter, Pemkot Palangka Raya Kejar Tambahan Anggaran demi Armada Sampah Tak Berhenti

Penulis: Hendra Wijaya  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 12:18:32 WIB
Kenaikan harga BBM dex menjadi Rp26.000 per liter berdampak pada operasional armada sampah Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Kenaikan harga BBM dex dari Rp14.000 menjadi Rp26.000 per liter memukul langsung operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya. Anggaran bahan bakar yang sebelumnya dihitung dengan harga lama disebut hanya cukup bertahan hingga bulan ini.

Anggaran Habis, Armada Terancam Berhenti

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengungkapkan bahwa kenaikan harga dex membuat kalkulasi anggaran yang sudah disusun tidak lagi relevan. Selisih Rp12.000 per liter menjadi beban besar karena jumlah armada pengangkut sampah milik Pemkot tergolong banyak.

“Kenaikan BBM luar biasa. Sekarang yang menjadi masalah itu di Dinas Lingkungan Hidup, BBM-nya dex. Dari harga Rp14 ribu sekarang menjadi Rp26 ribu. Jadi anggaran yang tadinya sudah dihitung dengan harga Rp14 ribu, sekarang harus disesuaikan ke Rp26 ribu,” ujar Achmad Zaini, Rabu (20/5).

Layanan Kebersihan Tak Bisa Ditunda

Pengangkutan sampah merupakan layanan dasar yang berjalan setiap hari. Jika operasional terhenti, dampaknya langsung dirasakan warga di seluruh kota.

“Bisa dibayangkan armada kita banyak sekali untuk pengangkutan sampah. Itu layanan dasar. Kalau tidak segera diputuskan, tentu akan berdampak pada pelayanan kebersihan kota,” katanya.

Pemkot Palangka Raya tidak menunggu hingga anggaran benar-benar kering. Langkah antisipatif sudah diambil dengan menyiapkan tambahan anggaran operasional.

Wali Kota Siapkan Dana Tambahan

Menurut Achmad Zaini, Wali Kota Palangka Raya telah mengambil kebijakan untuk mencari sumber anggaran tambahan. Tujuannya satu: memastikan armada pengangkut sampah tetap bisa mengisi bahan bakar dan beroperasi normal.

“Pak Wali sudah membuat kebijakan terbaik. Kita akan mencari tambahan anggaran agar jangan sampai nanti berhenti karena tidak ada bahan bakarnya. Karena alokasi yang kemarin sebenarnya hanya cukup sampai bulan ini,” ungkapnya.

Dampak Lonjakan Harga Merambah ke Infrastruktur

Kenaikan harga BBM dan bahan kebutuhan lainnya tidak hanya menggerus anggaran kebersihan. Achmad Zaini menyebut, pekerjaan infrastruktur seperti peningkatan ruas jalan juga ikut terdampak karena harga barang naik di semua sektor.

“Penyesuaian harga barang juga terjadi di banyak sektor. Pekerjaan ruas-ruas jalan juga harus disesuaikan. Sekarang ini naik semua, bahan-bahan kebutuhan naik,” jelasnya.

Di tengah tekanan fiskal itu, Pemkot Palangka Raya menerapkan langkah efisiensi dan memperketat prioritas belanja daerah. “Karena itu kita benar-benar melakukan efisiensi dan menentukan prioritas terhadap anggaran yang dikeluarkan,” pungkas Achmad Zaini.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: katakata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top