Arsenal Akhiri Puasa Gelar Premier League 21 Tahun Usai Manchester City Tersandung di Bournemouth

Penulis: Irfan Hakim  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 04:43:14 WIB
Skuad Arsenal merayakan keberhasilan mengakhiri puasa gelar Premier League setelah Manchester City gagal meraih kemenangan di Bournemouth.

KALIMANTAN TENGAH — Kegembiraan meledak di markas latihan Arsenal di Hertfordshire saat peluit panjang berbunyi di Vitality Stadium. Skuad asuhan Mikel Arteta yang berkumpul untuk menyaksikan laga City melawan Bournemouth langsung berpesta. Gelandang Declan Rice menjadi salah satu yang pertama meluapkan euforia melalui media sosial.

“I told you all .. it’s done,” tulis Rice di Instagram, merujuk pada seruan perangnya “It’s not done” setelah Arsenal kalah dari City bulan lalu. Unggahan itu memperlihatkan Rice bersama Kai Havertz, Bukayo Saka, dan sejumlah pemain inti lainnya.

Dominasi City Runtuh di Lima Laga Penentuan

Arsenal memuncaki klasemen hampir sepanjang musim, sempat unggul sembilan poin atas City. Namun, keunggulan itu tergerus setelah kekalahan di Etihad. Alih-alih runtuh, anak asuh Arteta justru tampil tangguh di momen krusial.

Dalam apa yang efektif menjadi playoff lima pertandingan, Arsenal memenangi empat laga beruntun tanpa kebobolan—ditutup dengan kemenangan 1-0 atas Burnley pada Senin (5/5). Di sisi lain, City kehilangan poin saat ditahan Everton sebelum akhirnya gagal menang di Bournemouth.

Arteta: Dari Pelatih Pemula ke Legenda The Gunners

Mikel Arteta resmi mencatatkan namanya dalam sejarah klub. Situs resmi Arsenal bahkan menyebut pelatih asal Spanyol itu telah “mengukuhkan tempatnya sebagai salah satu manajer terhebat sepanjang masa”. Di usianya yang ke-44, Arteta menjadi manajer termuda kedua yang memenangi Premier League, hanya kalah dari José Mourinho saat membawa Chelsea juara pada 2005.

Pencapaian ini terasa istimewa mengingat ini adalah pekerjaan pertamanya sebagai manajer. Sejak mengambil alih dari Unai Emery pada Desember 2019, Arteta perlahan membangun kembali daya saing Arsenal—dari finis di posisi kedelapan menjadi runner-up dalam tiga musim beruntun sebelum akhirnya mencapai puncak.

Piala di Selhurst Park dan Mimpi Double di Paris

Arsenal akan menerima trofi Premier League di Selhurst Park pada Minggu (18/5) usai laga terakhir melawan Crystal Palace. Namun, Arteta belum bisa beristirahat. Ia berpeluang menyamai pencapaian mentornya, Pep Guardiola, dengan memenangkan Liga Champions saat Arsenal menghadapi Paris Saint-Germain pada 30 Mei mendatang.

Hanya lima tim Inggris yang pernah meraih gelar ganda (liga domestik dan Piala Eropa) dalam satu musim. Manchester City menjadi yang terakhir melakukannya pada 2023. Kini, Arsenal berpeluang mengulang sejarah itu.

FAQ: Apa Arti Gelar Ini bagi Persaingan Premier League?

Apakah ini akhir dari dominasi Manchester City?
Belum tentu. City tetap menjadi kekuatan utama, apalagi jika Guardiola bertahan. Namun, gelar ini membuktikan Arsenal kini setara secara mental dan taktik dalam perburuan gelar jangka panjang.

Berapa jarak terakhir Arsenal dengan City sebelum juara?
Arsenal sempat unggul sembilan poin, tetapi City berhasil memangkasnya. Pada akhirnya, Arsenal finis dengan keunggulan tipis setelah City kehilangan poin kritis di dua laga akhir musim.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top