TAMIANG LAYANG — Muhammad Nesfi Syahbana baru mengetahui rumahnya terbakar setelah mendapat kabar dari grup relawan gabungan. Saat api mulai berkobar sekitar pukul 00.30 WIB, ia sedang menjalani shift malam di kantor JNT Cabang Ampah.
Begitu tiba di lokasi, bangunan berukuran 6 x 12 meter itu sudah rata dengan tanah. Material kayu yang mendominasi konstruksi rumah membuat api cepat membesar dan sulit dijinakkan.
Sejumlah aset berharga milik korban ikut hangus. Selain sertifikat tanah, barang elektronik seperti kulkas, televisi, komputer, dan laptop juga tidak bisa diselamatkan. Peralatan kerja berupa mesin jahit, perlengkapan kamera, alat musik bass beserta salon, hingga keyboard merek Yamaha turut menjadi abu.
Total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Kapolsek Dusun Tengah, Suprayitno, mengatakan personelnya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga. Namun proses pemadaman tidak berjalan mulus.
“Mobil pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau titik api secara langsung karena akses menuju lokasi sempit dan berada di bagian dalam permukiman,” ujarnya.
Polisi telah mengamankan barang bukti berupa KWH meter yang terbakar dan potongan balok kayu sisa kebakaran. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Diketahui, rumah tersebut sudah tidak ditempati selama kurang lebih satu tahun. Bangunan berbahan kayu dengan dinding papan dan atap sirap ulin itu berjarak sekitar 50 meter dari rumah warga terdekat.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Situasi di lokasi dilaporkan telah kembali kondusif setelah proses pendinginan selesai dilakukan.