Gudang Elpiji di Buntok Terbakar, Truk Damkar Hilang Kendali Tabrak Pagar Kantor Bupati Barsel

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:55:00 WIB
Truk Damkar hilang kendali dan menabrak pagar Kantor Bupati Barsel saat menuju lokasi kebakaran gudang elpiji.

BUNTOK — Api baru berhasil dipadamkan setelah beberapa jam berlangsung. Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Barsel Salapuddin memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun satu rumah warga yang berada tepat di samping gudang ikut terbakar.

Insiden bermula saat tim pemadam menerima laporan kebakaran di Jalan Kaladan. Beberapa armada langsung dikerahkan menuju lokasi. Namun, salah satu truk Damkar berkapasitas 10.000 liter air mengalami kecelakaan sebelum tiba di tempat kejadian.

Human Error di Balik Kecelakaan Truk Damkar

Salapuddin menjelaskan, mobil pemadam tersebut hilang kendali dan menabrak pagar Kantor Bupati Barsel. Kejadian itu disebut murni akibat human error. “Dari kejadian itu, untungnya sopir dan anggota Damkar lainnya yang berada di dalam mobil itu hanya mengalami luka ringan,” terangnya.

Informasi yang sempat beredar di media sosial menyebut truk mengalami rem blong atau pecah ban. Namun, Salapuddin membantahnya. “Yang namanya musibah tidak bisa kita hindari, meskipun mobil dalam keadaan baik tidak terjadi pecah ban ataupun rem blong seperti yang sempat viral di media sosial,” ujarnya.

Api Cepat Menjalar Diduga Akibat BBM

Proses pemadaman berlangsung dramatis. Api dengan cepat membakar gudang dan merembet ke rumah warga di sebelahnya. Kepala Dinas Damkar Barsel menduga kebakaran dipicu oleh bahan bakar minyak (BBM) yang ikut terbakar di lokasi kejadian. “Setelah beberapa jam Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,” kata Salapuddin.

Truk Damkar Rusak, Sopir Berpengalaman

Akibat kecelakaan, bagian depan kiri truk Damkar mengalami kerusakan dan ban depan patah. Menariknya, kendaraan tersebut sudah berusia cukup tua, yakni dibeli pada tahun 2008. Namun, kondisi mesin disebut masih prima. Sementara sang sopir merupakan anggota Damkar senior yang sudah berpengalaman. “Yang namanya musibah kita sama-sama tidak menghendaki,” tutup Salapuddin.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: 1tulah.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top