PALANGKA RAYA — Junaidi menegaskan bahwa masyarakat Kalteng sudah lama menantikan proyek kereta api ini. Ia memperingatkan agar rencana pembangunan rel kereta yang membentang di Pulau Kalimantan itu tidak berhenti sebagai dokumen di atas kertas.
“Jangan sampai hanya menjadi rencana. Harapan kami ini benar-benar diwujudkan, karena kebutuhan konektivitas di Kalimantan sangat besar,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis.
Menurut Junaidi, moda transportasi massal seperti kereta api akan mempercepat distribusi barang dan mobilitas penduduk. Jalur ini diharapkan mampu menghubungkan Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, serta kawasan IKN.
“Tentunya ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan membuka akses wilayah yang selama ini masih terbatas,” kata politisi tersebut.
Soal kebutuhan lahan, Junaidi optimistis proses pembebasan bisa berjalan lancar. Ia menyebut pemerintah daerah dan masyarakat akan dilibatkan dalam mekanisme yang jelas, termasuk pemberian kompensasi bagi warga terdampak.
“Untuk lahan pasti ada skema yang disiapkan, termasuk kompensasi. Ini tinggal bagaimana teknisnya nanti diatur,” jelasnya.
Meski menyambut baik wacana tersebut, DPRD Kalteng mengaku hingga saat ini belum menerima informasi resmi mengenai tahapan pembangunan. Junaidi menegaskan bahwa sejauh ini proyek tersebut masih sebatas wacana di tingkat pemerintah pusat.
“Kami belum menerima pemberitahuan resmi. Sejauh ini masih sebatas wacana di tingkat pusat, sehingga kami berharap segera ada kejelasan,” ungkapnya.
Junaidi menekankan pentingnya komitmen kuat dari pemerintah pusat agar proyek strategis ini tidak berakhir tanpa tindak lanjut. Ia berharap pembangunan rel kereta api lintas Kalimantan dapat segera masuk ke tahap perencanaan konkret.
“Harapan kami ini benar-benar direalisasikan, bukan sekadar rencana tanpa tindak lanjut,” demikian Junaidi.