KALIMANTAN TENGAH — Menurut data penjualan yang dirilis oleh Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), BYD Atto 1 meraih posisi teratas dalam kategori mobil listrik pada April 2026, mengalahkan kompetitor lainnya. Penjualan ini menunjukkan tren positif bagi mobil listrik di pasar Indonesia, di tengah meningkatnya kesadaran akan kendaraan ramah lingkungan.
Dengan kombinasi performa yang baik dan harga yang kompetitif, BYD Atto 1 berhasil menarik perhatian konsumen. Model ini menawarkan berbagai fitur modern, termasuk:
Keunggulan ini menjadikan Atto 1 sebagai pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Mulai Mei 2026, harga BYD Atto 1 akan meningkat sekitar 5% dari harga sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian bagi calon pembeli yang telah menunggu untuk membeli mobil ini. Dengan harga baru yang diperkirakan mencapai Rp 500 juta, konsumen mungkin perlu mempertimbangkan anggaran mereka lebih matang.
Di pasar mobil listrik Indonesia, BYD Atto 1 bersaing dengan beberapa model seperti Tesla Model 3 dan Wuling Air EV. Meskipun kedua kompetitor ini menawarkan fitur menarik, Atto 1 memiliki daya tarik tersendiri berkat harganya yang lebih terjangkau dan dukungan jaringan layanan purna jual yang semakin berkembang.
Dengan tren penjualan yang meningkat dan perubahan harga yang akan datang, BYD Atto 1 tetap menjadi salah satu model yang patut dipertimbangkan oleh konsumen yang ingin berinvestasi dalam kendaraan listrik di Indonesia. Kesadaran akan pentingnya mobil ramah lingkungan dan dukungan dari pemerintah dalam infrastruktur pengisian daya juga menjadi faktor pendorong dalam pertumbuhan segmen ini.