IHSG Anjlok 1,07% pada Sesi I, Sektor Kesehatan Justru Melonjak 5,57%

Penulis: Gunawan Susilo  •  Senin, 11 Mei 2026 | 11:02:53 WIB
IHSG anjlok 1,07% pada sesi pertama perdagangan Senin, 11 Mei 2024.

Sektor saham kesehatan justru menjadi bintang di tengah tekanan jual yang melanda bursa saham Indonesia pada awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok hingga 1,07% pada pukul 09.43 WIB, sementara saham-saham di sektor kesehatan malah melesat signifikan.

JAKARTA — Pasar saham domestik kembali dibayangi aksi jual pada Senin (11/5), dengan IHSG terpangkas 1,07% ke level 6.894 pada sesi pertama perdagangan. Namun di balik koreksi ini, sektor saham kesehatan mencatatkan lonjakan yang kontras, naik hingga 5,57%.

Data RTI menunjukkan IHSG dibuka tipis di 6.959,94 sebelum langsung tertekan ke level terendah 6.846,63. Sebanyak 455 saham tercatat melemah, jauh lebih banyak dibanding 184 saham yang menguat. Nilai transaksi harian mencapai Rp 5,7 triliun dengan volume 12 miliar saham.

Mengapa Saham Sektor Kesehatan Justru Naik?

Di antara 11 sektor yang dipantau, hanya dua sektor yang menghijau: kesehatan dan infrastruktur. Sektor kesehatan memimpin dengan kenaikan 5,57%, disusul infrastruktur yang menguat 1,38%. Saham-saham seperti MEDS, KAEF, dan LABS bahkan masuk jajaran top gainers dengan kenaikan di atas 23%.

Sementara itu, sektor energi menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 2,36%. Sektor keuangan ikut melemah 1,37%, diikuti sektor industri yang turun 1,53%. Saham BMRI, misalnya, terpangkas 7,34% menjadi Rp 4.290 per saham.

Top Gainers: Saham MEDS hingga KAEF Melonjak

Emiten-emiten kecil mencatatkan kenaikan spektakuler. MEDS naik 32,48%, disusul IKPM yang melesat 29,66%, serta LABS dan KAEF yang masing-masing naik 24,22% dan 23,12%. PEHA juga mencatat kenaikan serupa di angka 23,12%.

Di sisi lain, saham ESIP menjadi top losers dengan koreksi 14,97%, diikuti ASPR dan SHIP yang masing-masing merosot 14,91% dan 14,90%. NIKL dan MGNA juga terpangkas 13% dan 11,76%.

Apa yang Terjadi pada Saham Blue Chip?

Tekanan jual juga menyasar saham-saham perbankan. BMRI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 756,8 miliar, namun harganya justru ambles 7,34%. Saham BUMI dan BRPT juga masuk jajaran saham teraktif berdasarkan nilai, dengan transaksi masing-masing Rp 336,4 miliar dan Rp 251 miliar.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp 17.407, menambah tekanan bagi investor asing yang kerap menjadi penjual bersih di saat volatilitas tinggi.

Hingga akhir sesi pertama, IHSG masih berusaha menemukan level support baru. Pasar menunggu katalis positif dari data ekonomi domestik maupun pergerakan bursa Asia Pasifik yang bervariasi pada hari yang sama.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top