Distribusi Air Perumdam Tirta Mentaya di Sampit Terganggu 3 Hari Mulai 11 Mei 2026

Penulis: Joko Purnomo  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 13:51:06 WIB
Petugas Perumdam Tirta Mentaya melakukan interkoneksi jaringan distribusi air di Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur.

SAMPIT — Manajemen Perumdam Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengumumkan rencana pengerjaan interkoneksi jaringan distribusi yang akan berdampak pada layanan air bersih di dua kecamatan besar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan pelat merah tersebut untuk mengoptimalkan suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ketapang.

Proses pengerjaan dijadwalkan menyasar wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Baamang. Gangguan distribusi diperkirakan mulai dirasakan pelanggan sejak Senin, 11 Mei 2026, terutama pada jam-jam sibuk penggunaan air.

Peningkatan Kapasitas Jaringan IPA Ketapang

Direktur Perumdam Tirta Mentaya, Ismanadi, menjelaskan bahwa agenda utama pekerjaan ini adalah proses commissioning atau uji coba interkoneksi jaringan distribusi. Fokus utamanya adalah menghubungkan jaringan antara wilayah Baamang dan Ketapang agar penyaluran air lebih stabil di masa depan.

Pihak manajemen menargetkan pengerjaan teknis di lapangan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, meskipun estimasi awal mencapai tiga hari. Petugas teknis akan dikerahkan secara maksimal untuk memastikan proses interkoneksi tidak melampaui batas waktu yang ditentukan.

“Namun untuk waktunya hanya estimasi saja, kami akan berupaya menyelesaikannya secepat mungkin,” kata Ismanadi, Minggu 10 Mei 2026.

Waspada Penurunan Tekanan dan Air Keruh

Selama proses interkoneksi berlangsung, pola aliran air di pipa distribusi akan mengalami perubahan signifikan. Hal ini dipastikan bakal berdampak langsung pada kenyamanan pelanggan saat mengonsumsi air bersih di rumah maupun tempat usaha.

Ismanadi menerangkan bahwa selama pekerjaan berlangsung, pelanggan kemungkinan mengalami perubahan tekanan aliran air. Bahkan di beberapa lokasi, kondisi air yang diterima pelanggan berpotensi tampak keruh sementara waktu akibat adanya fluktuasi tekanan dalam pipa.

Masyarakat di wilayah terdampak sangat disarankan untuk menampung air bersih secukupnya sebelum pengerjaan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Langkah antisipasi ini penting agar kebutuhan domestik tetap terpenuhi selama masa pengerjaan tiga hari tersebut.

Langkah Penanganan Mandiri bagi Pelanggan

Selain menyiapkan cadangan, pelanggan juga diminta tidak panik jika mendapati air yang keluar dari keran terlihat tidak jernih. Fenomena air keruh ini biasanya bersifat sementara sebagai dampak dari pembersihan atau pergeseran sedimen di dalam pipa saat tekanan berubah.

Apabila air yang mengalir terlihat keruh, pelanggan disarankan mengendapkannya terlebih dahulu sampai kondisi layanan kembali normal. Pengendapan manual di bak penampungan atau tandon menjadi solusi paling efektif sebelum air digunakan untuk keperluan mandi atau mencuci.

Pihak Perumdam Tirta Mentaya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul. Manajemen menekankan bahwa gangguan sementara ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur air bersih di Kotawaringin Timur.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: beritasampit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top