PALANGKA RAYA — Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah mempercepat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini merupakan strategi intervensi pemerintah untuk meredam gejolak harga di pasar tradisional maupun ritel modern. Stabilitas ekonomi daerah menjadi prioritas utama dalam penyaluran ini.
"Distribusi beras SPHP terbukti mampu menjaga daya beli masyarakat, sehingga berdampak positif pada stabilitas harga di pasaran," ujar Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, di Palangka Raya, Minggu.
Saat ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP di Kalimantan Tengah dipatok Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 per kemasan lima kilogram. Selisih harga ini sangat kontras jika dibandingkan dengan komoditas beras lain di pasaran. Warga kini memiliki opsi pangan yang jauh lebih ekonomis.
Data pantauan menunjukkan harga rata-rata beras medium di pasar menyentuh Rp14.324 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas premium dibanderol rata-rata Rp16.899 per kilogram di tingkat pedagang. Bulog berkomitmen terus menambah pasokan sesuai dinamika kebutuhan lapangan guna menyeimbangkan harga.
Erwin menjelaskan bahwa penyaluran beras subsidi ini merambah jaringan distribusi yang luas. Tercatat 234 mitra SPHP telah aktif beroperasi di seluruh penjuru Kalimantan Tengah, mulai dari toko pasar hingga koperasi. Pola distribusi ini memastikan beras murah mudah dijangkau konsumen.
Selain mitra ritel, Bulog mengoptimalkan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) dan agenda pemerintah daerah. Penjualan langsung digencarkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) serta program Pasar Murah. Kolaborasi lintas instansi ini memperkuat efektivitas penyaluran tepat sasaran.
Gudang Bulog Kalteng saat ini masih menyimpan stok sekitar 285.905 kilogram atau 285 ton beras SPHP. Stok bersifat dinamis karena penambahan pasokan dilakukan berkala demi mengejar target penyaluran tahun 2026 sebesar 8.469 ton. Keamanan pasokan dipastikan tetap terjaga hingga akhir tahun.
Beras SPHP yang beredar merupakan kualitas medium dengan spesifikasi ketat. Standar produk mencakup derajat sosoh minimal 95 persen, butir patah maksimal 25 persen, dan kadar air maksimal 14 persen. Bulog menjamin beras yang diterima masyarakat layak konsumsi dan bersih.
"Beras SPHP ini kualitasnya medium, sehingga secara visual memang berbeda dengan beras kualitas premium," kata Erwin.
Bulog juga memberikan jaminan kualitas bagi para mitra penjual. Toko atau mitra diimbau rutin memeriksa kondisi stok untuk mengantisipasi penurunan kualitas akibat faktor penyimpanan. Jika ditemukan kerusakan, Bulog menyediakan fasilitas pengembalian barang atau retur.
"Apabila kualitas SPHP menurun karena penyimpanan, maka bisa diretur. Kami ingin beras yang diterima masyarakat kualitasnya benar-benar terjaga," tuturnya. Komitmen ini mencakup perawatan rutin di gudang untuk mencegah munculnya kutu atau penurunan aroma pada beras.