KONI Kotim Fokus Partisipasi Porprov Kalteng 2026 Akibat Kendala Anggaran

Penulis: Hendra Wijaya  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 13:40:13 WIB
KONI Kotim fokus partisipasi Porprov Kalteng 2026 akibat keterlambatan pencairan anggaran hibah.

SAMPIT — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memilih bersikap realistis dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026. Keterlambatan pencairan anggaran hibah membuat persiapan kontingen kini berfokus pada partisipasi ketimbang mengejar target juara umum.

Ketua KONI Kotim, Alexius Esliter, mengungkapkan bahwa minimnya dukungan dana sejak 2025 memaksa pihaknya tidak mematok target tinggi di Kotawaringin Barat nanti. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh atlet tetap bisa berangkat dan bertanding tanpa beban prestasi yang berlebihan.

"Target kita tidak muluk-muluk. Yang penting kita ikut dulu. Soal hasil nanti kita lihat kondisi di lapangan," ujar Alexius saat memberikan keterangan baru-baru ini.

Menunggu SK Hibah untuk Pencairan Dana Rp3 Miliar

Persoalan utama yang mengganjal persiapan atlet adalah belum terbitnya Surat Keputusan (SK) hibah dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Padahal, anggaran total sebesar Rp3 miliar telah direncanakan untuk disalurkan dalam tiga tahapan guna mendukung pembinaan prestasi di daerah tersebut.

Alexius menjelaskan, pada tahap pertama, KONI mengharapkan kucuran dana sebesar Rp1 miliar untuk segera memulai seleksi atlet. Kebutuhan operasional di tingkat cabang olahraga (cabor) dinilai sudah sangat mendesak agar program latihan bisa berjalan optimal sesuai jadwal yang ditetapkan.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dispora agar proses administrasi segera tuntas. KONI berharap anggaran tersebut bisa cair paling lambat pada Juni mendatang untuk mengejar ketertinggalan jadwal pemusatan latihan yang sempat tertunda beberapa bulan terakhir.

Kesiapan 900 Atlet dan Pendaftaran 32 Cabang Olahraga

Meski diterpa kendala finansial, semangat para atlet di Kotawaringin Timur diklaim tetap terjaga. Saat ini, tercatat lebih dari 900 atlet telah terdaftar untuk mengikuti ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut, meski tahapan seleksi belum berjalan maksimal.

KONI Kotim telah mendaftarkan 32 cabang olahraga, di mana 29 cabor akan dipertandingkan secara resmi dan sisanya merupakan partai ekshibisi. Saat ini, seluruh berkas pendaftaran sedang menunggu proses verifikasi dari pihak panitia tingkat provinsi.

"Untuk kesiapan atlet sebenarnya siap, tinggal seleksi dan TC yang direncanakan mungkin mulai Juni nanti," kata Alexius menambahkan.

Latihan Mandiri Sejumlah Cabang Olahraga

Keterlambatan anggaran juga berdampak pada pelaksanaan pemusatan latihan atau training center (TC) yang seharusnya sudah berjalan sejak awal tahun. Sebagian besar cabor terpaksa melakukan persiapan secara mandiri tanpa dukungan dana pemerintah daerah untuk menjaga kebugaran atlet.

Beberapa cabang olahraga seperti biliar, silat, dan basket dilaporkan tetap aktif menjalankan program latihan secara swadaya. Langkah mandiri ini diambil agar performa atlet tidak merosot sembari menunggu kepastian pencairan anggaran dari pemerintah kabupaten melalui Dispora.

Alexius menegaskan bahwa KONI hanya bersifat menyalurkan dana ke cabor dan melakukan pembinaan teknis. Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum sangat bergantung pada seberapa cepat dukungan anggaran bisa direalisasikan sebelum kompetisi resmi dimulai di Kotawaringin Barat.

Reporter: Hendra Wijaya
Back to top