KUALA KAPUAS — Pemerintah Kabupaten Kapuas mulai memetakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan wilayah pesisir hingga pedalaman. Proyek strategis ini dirancang untuk mengoneksikan Batanjung, Kuala Kapuas, Mantangai, Timpah, Pujon, Pasak Talawang, Sei Hanyo, hingga Sei Pinang dalam satu jalur linier.
Bupati Kapuas Wiyatno menargetkan seluruh rangkaian jalur tersebut sudah dapat difungsionalkan secara optimal dalam tiga tahun ke depan. Langkah ini diambil untuk memutus kendala geografis yang selama ini memaksa warga Kapuas melintasi wilayah kabupaten lain untuk mencapai kecamatan di daerahnya sendiri.
Selama ini, perjalanan menuju wilayah hulu seringkali harus memutar melewati Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, hingga Gunung Mas. Kondisi ini menjadi atensi serius bagi pemerintah daerah dalam satu tahun masa kepemimpinan berjalan.
"Kalau seluruh kecamatan sudah terkoneksi dari pesisir sampai pedalaman, tentu kita akan jauh lebih mudah dan bangga," ujar Wiyatno saat memaparkan progres pembangunan infrastruktur tersebut.
Ia tidak menampik adanya rasa enggan ketika harus berkunjung ke wilayah hulu namun justru melewati daerah tetangga. Keberadaan jalan baru ini nantinya diklaim mampu memangkas waktu tempuh perjalanan hingga separuh dari durasi normal saat ini.
Meskipun belum seluruh permukaan jalan dipastikan beraspal mulus pada tahap awal, pemerintah menjamin jalur tersebut akan layak dilalui kendaraan. Konektivitas ini diyakini menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga yang selama ini terisolasi secara akses darat.
Pemerintah daerah telah menyusun tahapan pembangunan yang dimulai dengan penataan infrastruktur perkotaan dan pelebaran jalan pada 2025. Fokus awal ini mencakup perbaikan lampu penerangan jalan umum serta penguatan akses penghubung antarwilayah di sekitar ibu kota kabupaten.
Terkait pembiayaan, Wiyatno memastikan proyek jalan lintas kecamatan ini tidak akan mengganggu stabilitas APBD untuk sektor lain. Alokasi dana pembangunan infrastruktur tetap berjalan beriringan dengan program rutin lainnya.
“Ruas jalan tersebut dipastikan tidak mengganggu program Rp1 miliar satu desa maupun belanja pegawai dan kegiatan perangkat daerah lainnya. Semuanya sudah melalui penghitungan matang. Secara anggaran dan SDM, kita mampu,” tegasnya.
Selain fokus pada jalan, Pemkab Kapuas juga menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat untuk pengembangan sektor pendukung. Sektor pertanian, ketahanan pangan, transmigrasi, hingga pendidikan akan dikelola melalui skema sharing anggaran guna memastikan pembangunan berjalan komprehensif di seluruh wilayah Kapuas.