Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Luncurkan Kanal Pengaduan Lapor Pak Gub

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 15:13:19 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran resmi meluncurkan kanal pengaduan "Lapor Pak Gub" untuk warga.

PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi membuka jalur komunikasi digital baru bagi warga melalui kanal "Lapor Pak Gub". Peluncuran ini berlangsung meriah dalam rangkaian Huma Betang Night (HBN) 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) kawasan Bundaran Besar.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyatakan bahwa kanal tersebut sengaja dihadirkan untuk memangkas sekat komunikasi antara rakyat dan pimpinan daerah. Lewat platform ini, warga bisa melaporkan berbagai persoalan yang selama ini mungkin sulit tersampaikan ke instansi terkait.

Fokus Layanan: Pendidikan, Kesehatan, hingga Bantuan Sosial

Agustiar menyebut kanal ini sebagai solusi bagi warga yang menemui jalan buntu dalam menyelesaikan masalah di daerah. Ia mencontohkan persoalan distribusi bantuan sosial yang tidak tepat sasaran atau kendala akses layanan kesehatan dan pendidikan primer.

"Kalau ada permasalahan apa pun di Kalimantan Tengah yang tidak bisa diselesaikan, lapor pada kami melalui ‘Lapor Pak Gub’," ujar Agustiar di hadapan warga yang memadati kawasan Bundaran Besar.

Kanal ini juga diproyeksikan menjadi benteng terakhir bagi warga yang merasa mendapatkan perlakuan tidak adil. Gubernur menekankan bahwa pemerintah harus hadir saat masyarakat merasa hak-haknya terabaikan.

"Contohnya pendidikan, kesehatan, atau warga yang berhak namun belum menerima bantuan. Termasuk jika ada ketidakadilan, lapor pada kami," katanya menambahkan.

Prinsip Pemerintah sebagai Pelayan Masyarakat

Dalam sambutannya, Agustiar mengingatkan jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalteng mengenai hakikat jabatan publik. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan dan layanan yang dibuat harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

“Ingat, keberadaan kami adalah pelayan masyarakat, bukan bos Bapak Ibu sekalian,” tegas Agustiar.

Selain aspek pelayanan publik, ia menyinggung pentingnya menjaga nilai kearifan lokal melalui kegiatan Huma Betang Night. Menurutnya, kemajuan teknologi dan digitalisasi birokrasi tidak boleh membuat identitas budaya Dayak menjadi luntur.

“Huma Betang Night ini semangat kita untuk terus menjaga nilai kearifan lokal. Di tengah perkembangan zaman yang cepat, kita harus maju, tapi budaya jangan sampai dilupakan, jangan sampai layu,” ujarnya.

Peresmian RTH dan Digitalisasi Ekonomi Bank Kalteng

Agenda malam itu tidak hanya fokus pada kanal pengaduan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga meresmikan pemanfaatan RTH eks KONI Kalteng di kawasan Bundaran Besar yang kini tampil dengan wajah baru sebagai ruang publik modern.

Sejalan dengan semangat modernisasi, dilakukan pula penguatan fitur QRIS Merchant Bank Kalteng. Langkah ini diambil untuk mendorong percepatan digitalisasi ekonomi di tingkat pedagang lokal dan UMKM yang beroperasi di sekitar kawasan ikonik tersebut.

Peluncuran berbagai program ini menandai komitmen Pemprov Kalteng dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pelayanan publik dan penguatan ekonomi daerah secara bersamaan.

Reporter: Faizal Ramadhan
Back to top