PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menggelar seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2026. Agenda ini dipusatkan di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, pada Senin (4/5/2026) pagi.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalteng, Fajar Sriningsih melaporkan bahwa partisipasi peserta belum mencapai target. Awalnya, panitia menetapkan kuota sebanyak 84 orang yang merupakan perwakilan terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Bumi Tambun Bungai.
“Peserta seleksi calon Paskibraka tingkat provinsi tahun 2026 ini seharusnya berjumlah 84 orang, terdiri dari tiga pasang putra dan putri dari setiap kabupaten/kota. Namun yang hadir sebanyak 74 peserta,” ujar Fajar Sriningsih saat menyampaikan laporan kegiatan.
Data Kesbangpol merinci sebaran peserta yang hadir meliputi Kota Palangka Raya sebanyak 6 orang, Kabupaten Barito Selatan 7 orang, serta Pulang Pisau dan Kotawaringin Barat masing-masing 6 orang. Sejumlah daerah lainnya mengirimkan perwakilan dengan jumlah bervariasi antara 4 hingga 6 orang.
Fajar menegaskan seleksi ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka. Selain itu, prosesnya mengikuti regulasi teknis dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) guna menjamin kepastian hukum dalam pembentukan kader.
Proses penyaringan peserta berlangsung ketat melalui serangkaian uji kompetensi. Tahapan dimulai dari pemeriksaan administrasi, tes wawasan kebangsaan, intelegensi umum, hingga pemeriksaan kesehatan fisik.
Peserta juga wajib mengikuti uji kemampuan baris-berbaris dan kesamaptaan. Tim seleksi menerapkan psikotes dan wawancara mendalam untuk membedah kepribadian calon anggota Paskibraka.
Aspek digital tidak luput dari penilaian panitia. Tim seleksi melakukan penelusuran rekam jejak aktivitas peserta di media sosial untuk memastikan integritas dan kesesuaian karakter dengan nilai-nilai Pancasila.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, hadir membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng. Ia menekankan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan Pemprov.
“Seleksi Paskibraka bukan sekadar agenda rutin, tetapi proses penting dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa nasionalis,” tegas Darliansjah.
Pemerintah daerah berharap hasil seleksi ini melahirkan putra-putri terbaik yang mampu menjadi teladan di masyarakat. Integritas tim seleksi menjadi kunci agar peserta yang terpilih benar-benar memiliki kualitas unggul, baik secara fisik maupun pola pikir.
Seluruh rangkaian seleksi dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung mulai 4 hingga 8 Mei 2026. Panitia memusatkan aktivitas peserta di dua lokasi utama, yakni Asrama Haji Transit Palangka Raya dan Lapangan Sanaman Mantikei.
Mengenai pembiayaan, seluruh operasional kegiatan bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2026. Para peserta yang lolos nantinya tidak hanya bertugas mengibarkan bendera, tetapi dipersiapkan menjadi duta nilai-nilai kebangsaan di daerah asal masing-masing.