Palangka Raya: Fairid Naparin Dorong Pemuda Muhammadiyah Jadi Agen Perubahan

Penulis: Irfan Hakim  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 11:25:17 WIB
Wali Kota Fairid Naparin memberikan motivasi kepada kader Pemuda Muhammadiyah dalam penutupan Baitul Arqam Madya di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Komitmen mencetak kader unggul berintegritas menjadi sorotan utama dalam malam puncak Baitul Arqam Madya (BAM) yang digelar Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Tengah. Kegiatan pengaderan tingkat menengah ini resmi berakhir setelah berlangsung sejak 1 Mei 2026.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, hadir langsung sebagai narasumber untuk memberikan motivasi kepada para peserta. Ia mengapresiasi langkah PWPM Kalteng yang konsisten melahirkan kader militan untuk menjawab tantangan pembangunan di Bumi Tambun Bungai.

Fokus Kaderisasi: Mencetak Pemimpin Berintegritas di Kalteng

Kegiatan BAM kali ini mengusung tema "Penguatan Ideologi Gerakan dan Kepemimpinan, Mewujudkan Pembangunan Kalimantan Tengah Berkelanjutan". Peserta yang hadir merupakan perwakilan kader Pemuda Muhammadiyah dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam arahannya, Fairid menekankan bahwa pemuda memegang posisi sentral sebagai pilar utama kemajuan daerah. Kader organisasi tidak boleh terjebak pada rutinitas internal, melainkan harus mampu melihat peluang dan perubahan zaman yang terjadi begitu cepat.

“Pemuda Muhammadiyah jangan hanya menjadi penonton. Kalian harus mampu membaca perubahan zaman, memiliki integritas, dan hadir sebagai bagian dari solusi atas tantangan sosial-ekonomi di tengah masyarakat, khususnya di Kota Palangka Raya,” ujar Fairid Naparin di hadapan para kader.

Dorongan Kontribusi Nyata di Sektor Politik dan Ekonomi

Mantan orang nomor satu di Kota Cantik ini juga meminta para pemuda untuk berani mengambil peran di sektor-sektor strategis. Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam politik kebangsaan dan penguatan ekonomi melalui jalur kewirausahaan sangat dibutuhkan saat ini.

Integritas menjadi modal utama agar peran tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Fairid meyakini bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan akan mempercepat realisasi pembangunan yang berkelanjutan.

“Pemuda harus tampil sebagai agen perubahan dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan. Peran ini penting untuk memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Sinergi Tokoh Daerah dalam Penutupan Baitul Arqam Madya

Acara penutupan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi juga ajang silaturahmi lintas sektor. Terlihat hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Palangka Raya dan Dandim 1016 Palangka Raya yang memberikan dukungan moral bagi gerakan kepemudaan di Kalteng.

Kehadiran sejumlah tokoh penting ini mempertegas posisi Pemuda Muhammadiyah sebagai elemen penting dalam struktur sosial di Kalimantan Tengah. Melalui BAM, diharapkan lahir pemimpin muda yang memiliki kapasitas intelektual sekaligus kepedulian nyata terhadap kondisi daerah.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan harapan besar agar para lulusan BAM segera mengimplementasikan ilmu kepemimpinan yang didapat di daerah asal masing-masing. Fokusnya tetap pada kontribusi nyata, baik dalam penguatan ideologi organisasi maupun aksi sosial ekonomi di lapangan.

Reporter: Irfan Hakim
Back to top