PURUK CAHU — Pemerintah Kabupaten Murung Raya memperkuat akses pendidikan melalui peluncuran program Kartu Hebat bagi mahasiswa, santri, hingga pelajar teologi pada momentum Hari Pendidikan Nasional 2026. Bupati Murung Raya Heriyus menyatakan langkah strategis ini menjadi instrumen utama dalam mendorong pemerataan kesempatan belajar bagi masyarakat di Bumi Tira Tangka Balang.
Program tersebut menyasar pelajar berprestasi serta mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu guna meningkatkan angka partisipasi sekolah. Selain bantuan biaya pendidikan, pemerintah daerah juga mengalokasikan insentif khusus bagi guru ngaji dan guru teologi sebagai bagian dari penguatan karakter generasi muda di Kalimantan Tengah.
Pemkab Murung Raya mengintegrasikan tiga program prioritas pendidikan, yakni Kartu Hebat Mahasiswa, Kartu Hebat Santri, dan Kartu Hebat Teologi. Ketiga instrumen ini dirancang untuk menjawab tantangan biaya pendidikan yang sering menjadi hambatan bagi warga di pelosok daerah untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.
“Program ini menjadi instrumen strategis dalam mendorong pemerataan kesempatan pendidikan serta meningkatkan angka partisipasi sekolah di berbagai jenjang,” ujar Bupati Heriyus dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Pemerintah daerah berharap bantuan ini mampu menekan angka putus sekolah secara signifikan. Fokus utama pemberian bantuan tetap mengacu pada kriteria prestasi akademik dan kondisi ekonomi keluarga penerima agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Bupati Heriyus juga menyoroti peran penting tenaga pendidik non-formal dalam membangun ekosistem pendidikan di Murung Raya. Pemerintah daerah memberikan apresiasi berupa insentif bagi guru ngaji dan guru teologi yang selama ini berperan besar dalam pembentukan moral serta nilai keagamaan siswa.
“Insentif ini merupakan bentuk penghargaan terhadap peran mereka dalam membentuk karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan generasi muda. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan holistik yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembinaan akhlak dan kepribadian,” jelas Bupati Heriyus.
Langkah pemberian insentif diambil untuk memastikan kesejahteraan para pendidik di sektor keagamaan tetap terjaga. Kualitas pengajaran di tingkat akar rumput diharapkan terus meningkat seiring dengan visi besar pembangunan daerah yang berbasis pada nilai-nilai spiritual.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi pilar utama dalam visi pembangunan Kabupaten Murung Raya. Heriyus menegaskan bahwa akses pendidikan harus bersifat inklusif dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali untuk menghadapi persaingan global.
“Pendidikan menjadi pilar utama dalam kemajuan sebuah bangsa, utamanya di Daerah Kabupaten Murung Raya untuk mempersiapkan SDM yang unggul dalam pemerintahan HEBAT,” tambahnya.
Implementasi program Kartu Hebat dan insentif guru ini akan terus dipantau secara berkala oleh instansi terkait. Pemkab Murung Raya berkomitmen menjadikan sektor pendidikan sebagai investasi prioritas dalam anggaran daerah guna mencetak generasi emas yang kompetitif dan berakhlak mulia di masa depan.