Pencarian

IHSG Dibuka Hijau di 6.067, Investor Asing Mulai Koleksi Saham Blue Chip

Kamis, 16 Juli 2026 • 10:22:01 WIB
IHSG Dibuka Hijau di 6.067, Investor Asing Mulai Koleksi Saham Blue Chip
IHSG dibuka di level 6.067 pada pukul 09.05 WIB, naik 25,03 poin dari penutupan sebelumnya.

KALIMANTAN TENGAH — Berdasarkan data RTI pukul 09.05 WIB, IHSG bertengger di 6.067, naik 25,03 poin dari penutupan sebelumnya. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.071 dan terendah 6.052 dalam sesi awal. Nilai transaksi tercatat Rp 677,8 miliar dengan volume 2,02 miliar lembar saham.

Sebanyak 266 saham menghijau, 161 saham memerah, dan 239 saham stagnan. Kinerja mingguan IHSG pun positif dengan kenaikan 2,65%, mengindikasikan adanya pembalikan sentimen jangka pendek setelah pekan lalu yang volatil.

Saham Sektor Apa yang Paling Banyak Diburu?

Data RTI menunjukkan sektor keuangan dan energi menjadi motor utama penguatan pagi ini. Saham perbankan besar seperti BBCA dan BBRI mencatatkan kenaikan tipis di awal sesi, sementara saham tambang seperti ADRO dan ITMG juga ikut mendongkrak indeks. Aksi beli investor asing tercatat positif di beberapa emiten blue chip, menghentikan tren net sell yang sempat mendominasi pekan lalu.

IHSG Masih dalam Tekanan Bulanan dan Tahunan

Meskipun pagi ini hijau, IHSG belum sepenuhnya keluar dari zona merah. Secara bulanan, indeks masih melemah 1,67%. Lebih tajam lagi, dalam tiga bulan terakhir IHSG ambles 12,94%, dan dalam enam bulan minus 29,58%. Kinerja tahunan pun masih negatif 14,73%.

Tekanan terbesar datang dari faktor eksternal—ketidakpastian suku bunga global dan pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level terendah dalam setahun. Investor masih wait and see terhadap data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini.

Apa Arti Penguatan Ini bagi Investor?

Kenaikan tipis di level 6.000-an ini lebih merupakan teknikal rebound setelah oversold ketimbang sinyal pembalikan tren jangka panjang. Analis menyarankan investor tetap selektif, terutama di sektor perbankan dan komoditas yang punya fundamental lebih solid. "Volume transaksi pagi ini masih tergolong rendah, jadi belum bisa dijadikan patokan untuk masuk agresif," ujar seorang analis pasar modal.

Pasar masih menunggu katalis baru, baik dari kebijakan BI di akhir bulan maupun rilis laporan keuangan emiten kuartal II-2026. Jika data makro domestik membaik, bukan tidak mungkin IHSG kembali menguji level 6.200 dalam waktu dekat. Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks