PULANG PISAU — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkirakan total penerima Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) di Kabupaten Pulang Pisau bisa menembus angka 10 ribu KPM. Saat ini, baru 7.864 keluarga yang tercatat sebagai penerima manfaat.
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menyebut pihaknya masih menerima pengaduan dari warga yang belum masuk daftar penerima. "Walaupun masih terdapat sekitar 2.840 masyarakat yang mengajukan pengaduan karena belum terdata pada program KHBS," kata Edy dalam kunjungan kerjanya, Sabtu lalu.
Ia meminta masyarakat yang belum terdata segera diusulkan agar bisa masuk sebagai penerima manfaat. Proses pengusulan dilakukan melalui perangkat desa dan kecamatan setempat.
Bantuan Sembako hingga Beasiswa Kuliah Gratis
Program KHBS memberikan manfaat di tiga sektor sekaligus. Di bidang pangan, penerima mendapat bantuan sembako dan bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari.
Di bidang pendidikan, program ini mencakup pendidikan gratis dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Tahun ini, pemerintah membuka program pendidikan vokasi Diploma 1 (D1) secara gratis bagi seribu mahasiswa yang ingin berkuliah di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.
"Kuliah ini hanya berfokus pada bidang pertanian," ucap Edy. Lulusan program vokasi nantinya diharapkan bisa mendampingi para petani, mulai dari penerapan teknologi, proses produksi, hingga pengolahan hasil pertanian.
Edy menekankan bahwa Pulang Pisau merupakan salah satu lumbung pangan di Kalimantan Tengah. Karena itu, program vokasi pertanian menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan daerah.
Layanan Kesehatan dan Dukungan UMKM
Warga juga bisa mengakses layanan kesehatan melalui program KHBS dengan menunjukkan kartu identitas yang dimiliki sesuai ketentuan berlaku. Tidak ada persyaratan tambahan yang memberatkan masyarakat.
Selain itu, pemerintah memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bentuk dukungan tersebut masih dalam tahap sosialisasi di tingkat kabupaten.
Edy mengajak generasi muda memanfaatkan kesempatan kuliah gratis di bidang pertanian. Menurutnya, melanjutkan pendidikan lebih baik agar generasi muda memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk membangun daerah.