PULANG PISAU — Perputaran uang sebesar Rp1,51 miliar selama Handep Hapakat Fair 2026 bukan sekadar angka. Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i menyebut capaian itu menjadi bukti nyata bahwa sektor UMKM mampu menjadi motor penggerak perekonomian warga.
“Selama delapan hari pelaksanaannya, Handep Hapakat Fair telah sukses menjadi katalisator dalam mempromosikan produk unggulan, memperluas jejaring usaha, serta secara langsung menggerakkan roda perekonomian masyarakat kita,” ujar Ahmad Rifa’i saat menutup kegiatan di Stadion H.M. Sanusi, Minggu (12/7/2026) malam.
207 UMKM Ramaikan Stand Pameran
Pemerintah daerah menyediakan beragam jenis stan untuk mengakomodasi para pelaku usaha. Dari total 207 peserta, rinciannya terdiri dari 111 UMKM yang menempati stand Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 36 UMKM peserta fasilitasi, 50 UMKM kaki lima, serta 10 UMKM yang menempati tenda berbayar.
Keberagaman ini menunjukkan bahwa event tahunan tersebut tidak hanya menguntungkan pedagang besar, tetapi juga memberi ruang bagi pedagang kecil dan informal. Menurut Rifa’i, tingginya aktivitas transaksi selama pameran menjadi indikator semakin bangkitnya ekonomi kerakyatan di Pulang Pisau melalui pemberdayaan sektor UMKM.
Bukan Sekadar Pameran, Ada Layanan Warga
Selain menjadi ajang promosi produk lokal, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau juga menghadirkan sejumlah layanan publik selama penyelenggaraan fair. Di antaranya, Kios Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) “Hakadohop”, Gerakan Pangan Murah, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung.
Melalui program-program tersebut, Pemkab Pulang Pisau berharap Handep Hapakat Fair 2026 tidak hanya memberikan dampak ekonomi jangka pendek. Ke depan, event ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat daya saing UMKM, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.