Pencarian

Perang Iran Bikin Ekonomi Arab Timpang: Oman dan Saudi Tumbuh, UEA dan Qatar Terkontraksi

Minggu, 12 Juli 2026 • 11:27:31 WIB
Perang Iran Bikin Ekonomi Arab Timpang: Oman dan Saudi Tumbuh, UEA dan Qatar Terkontraksi
Terminal minyak Arab Saudi di Laut Merah menjadi jalur ekspor alternatif selama blokade Selat Hormuz.

KALIMANTAN TENGAH — Pemicu utama perbedaan nasib ini adalah lokasi geografis dan ketergantungan masing-masing negara pada Selat Hormuz. Blokade jalur laut vital akibat konflik telah menghentikan lalu lintas kapal tanker selama berbulan-bulan, memukul telak negara-negara yang 100% bergantung pada selat tersebut untuk logistik mereka.

Arab Saudi dan Oman: Selamat Berkat Jalur Alternatif

Arab Saudi memiliki terminal minyak cadangan di sepanjang Laut Merah, yang berfungsi sebagai jalur alternatif. HSBC memproyeksikan ekonomi Arab Saudi tetap tumbuh 2,1% tahun ini meskipun ada perang. Oman juga menikmati posisi aman karena bursa sahamnya berada di luar jangkauan blokade Selat Hormuz, sehingga berhasil mencetak kinerja di luar dugaan (outperformed).

Bagi investor, saham-saham yang terdaftar di bursa Oman dan perusahaan energi Saudi yang memiliki diversifikasi jalur ekspor menjadi pilihan yang lebih aman di tengah ketidakpastian geopolitik.

UEA, Qatar, dan Kuwait: Terjebak Blokade Selat Hormuz

Sebaliknya, negara-negara yang seluruh jalur logistiknya bergantung pada Selat Hormuz, seperti UEA, Qatar, dan Kuwait, harus bersiap menghadapi kontraksi ekonomi. Terhentinya lalu lintas kapal tanker selama berbulan-bulan telah memicu inflasi dan mengganggu rantai pasokan. Sektor properti dan pariwisata di Dubai, misalnya, diperkirakan akan menciut akibat lesunya aktivitas bisnis.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi investor global yang memiliki eksposur besar di pasar UEA dan Qatar. Risiko penurunan laba emiten di kedua negara itu dinilai tinggi dalam jangka pendek.

Dua Sektor yang Justru Meraup Cuan: Energi dan Komoditas

Di balik puing-puing ketegangan, dua sektor utama justru kebal peluru dan mencatatkan keuntungan besar. Sektor energi, khususnya minyak dan gas, menjadi yang paling diuntungkan. Meskipun sempat menghadapi gangguan pasokan akibat blokade, harga minyak mentah Brent yang meroket ke rata-rata USD114 per barel pada kuartal kedua berhasil menutupi kerugian volume operasional perusahaan-perusahaan migas.

Selain itu, volatilitas harga komoditas dan perubahan gaya hidup masyarakat selama perang turut mendorong permintaan terhadap sejumlah barang tertentu, menciptakan peluang cuan bagi perusahaan yang bergerak di bidang logistik alternatif dan perdagangan komoditas.

Apa Artinya bagi Pasar Keuangan?

Pasar keuangan dibuat terkejut oleh data ini. Bursa saham Oman yang tadinya kurang dilirik kini menjadi primadona. Sementara itu, investor mulai melakukan rotasi portofolio keluar dari pasar UEA dan Qatar. Data dari Bloomberg menunjukkan peningkatan volume perdagangan di bursa Muscat sejak awal konflik.

Bagi pelaku bisnis di Indonesia, situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya diversifikasi rantai pasok. Perusahaan yang bergantung pada jalur laut tunggal sangat rentan terhadap guncangan geopolitik.

Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks