PALANGKA RAYA — Siswa baru dari keluarga tidak mampu di Kalimantan Tengah tidak perlu pusing memikirkan biaya perlengkapan sekolah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng memastikan mereka mendapatkan empat jenis seragam sekaligus sepatu tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengungkapkan kebijakan ini berlaku untuk siswa baru di jenjang SMA, SMK, dan SKH. Keputusan itu diambil setelah Gubernur Kalteng meminta agar bantuan diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Isi Paket Bantuan: Seragam Putih Abu-Abu hingga Sepatu
Reza menjelaskan, siswa kurang mampu akan menerima empat jenis pakaian seragam. Yakni seragam putih abu-abu, batik, pramuka, dan olahraga, ditambah satu pasang sepatu.
Sementara itu, siswa baru dari keluarga mampu hanya kebagian seragam batik dan olahraga. "Setelah kami laporkan, Bapak Gubernur meminta agar bantuan diprioritaskan kepada siswa dari keluarga tidak mampu," ujarnya saat menerima audiensi Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Kalteng (P3K), Senin (6/7/2026).
Seragam untuk Kelas XI dan XII yang Kurang Mampu
Kebijakan ini tidak hanya menyasar siswa baru. Reza menegaskan, seragam putih abu-abu, pramuka, dan sepatu yang tidak dibagikan kepada siswa baru dari keluarga mampu akan dialihkan.
Bantuan tersebut diberikan kepada siswa kelas XI dan XII yang juga berasal dari keluarga tidak mampu. "Seragam putih abu-abu, pramuka, dan sepatu yang tidak dibagikan kepada siswa baru dari keluarga mampu akan dialihkan kepada siswa kelas XI dan XII yang juga berasal dari keluarga tidak mampu," tegasnya.
Pendataan Berlapis Libatkan Damang dan Mantir Adat
Agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang berhak, Dinas Pendidikan Kalteng menyiapkan sistem pendataan berlapis. Proses verifikasi melibatkan kepala sekolah, kepala desa, damang, hingga mantir adat.
Langkah ini diambil untuk meminimalisir kesalahan sasaran yang kerap terjadi dalam penyaluran bantuan sosial. "Pendataan calon penerima dilakukan secara berlapis," kata Reza.
Program seragam gratis ini merupakan penyesuaian dari kebijakan sebelumnya yang memberikan seragam ke seluruh siswa baru. Hasil evaluasi menunjukkan perlunya pemfokusan anggaran agar manfaatnya dirasakan langsung oleh kelompok paling rentan.